Tim peneliti memberikan beberapa rekomendasi untuk keberlanjutan urban farming ekologis berbasis heat island ke depannya.
Rekomendasi tersebut, antara lain perbaikan kepastian lahan, penggunaan beberapa jenis tanaman bernilai ekonomi tinggi, serta integrasi dengan sistem penyuluhan pertanian.
Kemudian, penggunaan teknologi yang tepat dan integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya semakin luas.
Sebelumnya, sebuah studi menunjukkan bahwa rata-rata urban farming memiliki jejak karbon enam kali lebih besar dibandingkan pertanian konvensional.
Meski demikian, data-data penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa secara individual, banyak urban farming yang lebih baik bagi bumi dibandingkan pertanian konvensional.
Peneliti utama riset tersebut, Jason Hawes mengatakan, temuan tersebut bukan menyerukan untuk menghentikan urban farming.
“Sebaliknya, kami ingin memberikan bukti kuantitatif mengenai jejak karbon urban farming, yang pada gilirannya memungkinkan kami mengidentifikasi cara untuk mengurangi dampak terhadap iklim," ujar Hawes, dilansir dari Anthropocene, Jumat (9/2/2024).
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya