KOMPAS.com - Pemanasan global disebut menyebabkan pepohonan bertunas lebih awal saat musim semi. Di sisi lain, beberapa spesies pohon justru tumbuh lebih lambat.
Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti di Swiss Federal Research Institute WSL melakukan penelitian terhadap spesies paling umum di Swiss.
Baca juga:
"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanasan global mengubah waktu aktivitas fenologi pohon, termasuk kemunculan lebih awal dari masa dormansi musim dingin," bunyi penelitian yang dipublikasikan di Global Change Biology, dilansir dari Wiley Online Library, Jumat (9/1/2026).
Temuan tersebut menjadi hal yang mengkhawatirkan karena bisa berdampak pada penyimpanan karbon.
Pemanasan global disebut menyebabkan pepohonan bertunas lebih awal, tapi beberapa spesies pohon justru tumbuh lebih lambat.Dalam studi ini, ahli ekologi di WSL, Arun Bose, bersama rekan-rekannya mengevaluasi pertumbuhan lima spesies pohon yang paling umum di 48 lokasi di Swiss.
“Selama 11 tahun terakhir, musim pertumbuhan telah bergeser maju beberapa hari. Ini adalah periode dalam setahun ketika pohon dapat berfotosintesis,” jelas Bose dikutip dari Phys, Rabu (7/1/2026).
Namun, awal musim yang lebih cepat tidak secara otomatis menyebabkan pertumbuhan pohon yang lebih besar.
Sebaliknya, antara tahun 2012 dan 2022, pertumbuhan diameter batang tahunan menurun di banyak tegakan pohon.
Peningkatan gelombang panas dan periode kekeringan membuat pohon mengalami stres dan menghambat pertumbuhannya.
Penurunan ini sangat nyata pada pohon fir perak, beech, dan spruce, sedangkan tingkat pertumbuhan tahunan pohon ek dan pinus tetap stabil.
Namun, satu hal yang pasti adalah tidak ada satu pun spesies pohon yang diteliti mendapat keuntungan dari iklim yang lebih hangat.
Baca juga:
Pemanasan global disebut menyebabkan pepohonan bertunas lebih awal, tapi beberapa spesies pohon justru tumbuh lebih lambat.Pohon tumbuh ketika air yang cukup tersedia. Jika terlalu panas dan terlalu kering, lebih banyak air menguap daripada yang dapat diserap oleh akar pohon sehingga pohon menjadi stres dan pertumbuhan berhenti.
Hal itu kemudian hanya menyisakan 40 hingga 110 hari pertumbuhan per tahun, tergantung pada spesies pohon dan kondisi cuaca.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya