Inti sedimen Kubah Prudhoe pertama kali diambil oleh proyek GreenDrill, yang didanai oleh National Science Foundation dan melibatkan para peneliti di beberapa universitas Amerika Serikat.
Waktu itu, para peneliti berharap bisa memperoleh informasi tentang iklim masa lalu dari tanah di bawah lapisan es, yang mereka sebut sebagai bagian permukaan daratan bumi yang paling sedikit dieksplorasi.
Inti sedimen yang dibor pada tahun 1966 dari bawah es di Camp Century, fasilitas militer bertenaga nuklir Amerika Serikat yang beroperasi selama delapan tahun selama Perang Dingin, menunjukkan seluruh lapisan es di Greenland bagian barat laut mencair sekitar 400.000 tahun lalu.
Pada tahun 1993, inti batuan dasar yang diambil fasilitas penelitian ilmiah di Greenland, Summit Station, membuktikan bahwa seluruh lapisan es Kubah Prudhoe diperkirakan pernah mencair sekitar 1,1 juta tahun lalu.
Namun, GreenDrill telah membawa penelusuran informasi tentang iklim masa lalu lebih jauh dengan mengambil sampel di beberapa titik dekat pantai utara.
“Pertanyaannya adalah kapan tepi Greenland mencair di masa lalu? Karena di sinilah kenaikan permukaan laut pertama akan terjadi," ujar Caleb Walcott-George dari Universitas Kentucky, yang terlibat dalam studi terbaru ini.
Baca juga:
Kubah es Prudhoe di Greenland seluas 2.500 kilometer persegi berpotensi mencari kembali abad ini. Aktivitas manusia termasuk penyebabnya.Terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai apakah Greenland utara atau selatan akan mencair lebih cepat pada masa depan.
Menurut Axford, studi terbaru tersebut memperkuat prediksi bahwa pemanasan global terjadi lebih awal dan lebih intens di Greenland utara.
Salah satu kemungkinan penyebabnya erat kaitannya dengan hukum sebab-akibat, seperti hilangnya es Laut Arktik, yang dapat melepaskan lebih banyak panas laut ke atmosfer di wilayah paling utara.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya