Penulis
KOMPAS.com - Gigi hiu berpotensi melemah akibat pengasaman laut, menurut studi ilmuwan Jerman yang meneliti dampak pengasaman laut terhadap struktur gigi hiu.
Dipublikasikan di jurnal Frontiers in Marine Science, studi tersebut menyampaikan bahwa perubahan pada gigi hiu tidak terjadi secara tiba-tiba.
Baca juga:
Namun, dampaknya bisa mengganggu posisi hiu sebagai predator puncak di ekosistem laut. Hal tersebut belum ditambah dengan ancaman lain, seperti polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim.
"Kami menemukan adanya efek korosi pada gigi hiu. Kesuksesan ekologi mereka di lautan sebagai penguasa populasi lain dapat terancam," tutur penulis utama penelitian tersebut dan ahli biologi kelautan dari Universitas Heinrich Heine Düsseldorf, Maximilian Baum, dikutip dari Phys.org, Minggu (18/1/2026).
Sebagai informasi, dikutip dari laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), pengasaman laut terjadi ketika pH laut menurun dalam jangka waktu panjang.
Peristiwa ini utamanya disebabkan oleh penyerapan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer, serta berhubungan erat dengan aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara, minyak, dan gas.
Baca juga:
Ilustrasi hiu sirip hitam. Studi ilmuwan Jerman mengungkap pengasaman laut bisa melemahkan gigi hiu dan mengancam peran mereka sebagai predator puncak.Para ilmuwan memperkirakan laut bisa menjadi hampir 10 kali lebih asam pada tahun 2300 dibanding kondisi saat ini. Perubahan kimia ini berpotensi memengaruhi banyak organisme laut, termasuk hiu.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengumpulkan lebih dari 600 gigi hiu yang copot secara alami dari akuarium.
Akuarium tersebut menjadi tempat bagi hiu blacktip reef shark (hiu sirip hitam), spesies yang hidup di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dengan panjang tubuh sekitar 1,7 meter.
Gigi-gigi itu kemudian direndam dalam dua kondisi air. Satu mewakili tingkat keasaman laut saat ini, sedangkan satu lagi mewakili tingkat keasaman laut yang diproyeksikan terjadi pada tahun 2300.
Hasilnya cukup mencolok. Gigi yang terpapar air lebih asam mengalami kerusakan lebih parah. Para peneliti menemukan retakan, lubang kecil, korosi pada akar gigi, serta degradasi struktur gigi secara menyeluruh.
Menurut para ilmuwan, hasil tersebut menunjukkan bahwa pengasaman laut akan berdampak signifikan terhadap sifat morfologi gigi.
Baca juga:
Ilustrasi hiu sirip hitam. Studi ilmuwan Jerman mengungkap pengasaman laut bisa melemahkan gigi hiu dan mengancam peran mereka sebagai predator puncak.
Meski begitu, beberapa ilmuwan menilai hiu masih memiliki kemampuan bertahan.
Nick Whitney, ilmuwan senior di Anderson Cabot Center for Ocean Life, New England Aquarium dan tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan, penelitian ini dilakukan dengan metode yang baik.
Whitney menjelaskan bahwa gigi hiu tumbuh di dalam jaringan mulut. Kondisi ini memberi perlindungan sementara dari perubahan kimia laut. Tidak hanya itu, sejarah juga menunjukkan bahwa hiu adalah penyintas sejati.
"Mereka telah ada selama 400 juta tahun dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan," kata Whitney.
Namun, ia tetap menilai pengasaman laut sebagai ancaman yang perlu diperhatikan, meskipun ancaman terbesar tetap penangkapan berlebihan.
Untuk Baum, pengasaman laut tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa tahun ke depan, sebagian spesies hiu bisa mendekati kepunahan. Perubahan kimia laut bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.
"Kesuksesan evolusi hiu bergantung pada gigi mereka yang berkembang sempurna," kata Baum.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya