KOMPAS.com - Populasi hiu putih besar (great white sharks) di Laut Mediterania dikabarkan menurun akibat penangkapan ilegal dan perdagangan. Bahkan, tercatat 40 hiu putih besar telah dibunuh untuk dijual di pasar ikan di Afrika Utara, tahun 2025.
Studi terbaru ilmuwan Amerika Serikat (AS) bersama badan amal Inggris, Blue Marine Foundation, mengungkapkan, beberapa spesies yang paling terancam punah dijual di pelabuhan-pelabuhan perikanan di Afrika Utara.
Baca juga:
"Lebih dari 40 hiu putih besar telah ditangkap di sekitar pantai Mediterania, Afrika Utara. Itu jumlah yang sangat banyak untuk populasi yang terancam punah," ujar peneliti dari Universitas Virginia Tech, Francesco Ferretti, dilansir dari BBC, Sabtu (3/1/2026).
Populasi hiu putih besar di Laut Mediterania dikabarkan menurun akibat penangkapan ilegal dan perdagangan.Penangkapan ikan ilegal telah menyebabkan populasi hiu putih besar di Laut Mediterania menyusut secara drastis.
Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah mengklasifikasikan populasi hiu putih besar Mediterania sebagai sangat terancam punah.
Tidak hanya itu, Ferretti bahkan memprediksi hiu putih besar kemungkinan akan punah dalam waktu dekat.
Pengaturan perlindungan populasi hiu di Laut Mediterania bisa sangat kompleks. Uni Eropa dan 23 negara di sekitar Mediterania telah menandatangani perjanjian internasional untuk melarang 24 spesies hiu ditangkap untuk dijual.
Perjanjian internasional tersebut memerintahkan untuk melepas spesies-spesies tersebut tanpa mencederai atau dalam keadaan hidup jika tertangkap.
Namun, penegakan hukum atas aturan dalam perjanjian internasional bervariasi dari satu negara ke negara lain.
Adapun hiu putih besar merupakan salah satu dari 24 spesies hiu Mediterania yang dilindungi oleh hukum internasional. Hal itu berarti memancing atau menjual hiu putih besar adalah tindakan ilegal.
Di sisi lain, Sara Almabruk dari Masyarakat Biologi Kelautan Libya mengatakan bahwa sebagian tangkapan nelayan-nelayan miskin di Afrika Utara merupakan kecelakaan.
"Mengapa mereka membuang hiu kembali ke laut ketika mereka membutuhkan makanan untuk anak-anak mereka? Jika Anda mendukung mereka dan melatih mereka dalam penangkapan ikan yang lebih berkelanjutan, mereka tidak akan menangkap hiu putih, atau hiu jenis apa pun," jelas Almabruk.
Baca juga:
Populasi hiu putih besar di Laut Mediterania dikabarkan menurun akibat penangkapan ilegal dan perdagangan.Spesies-spesies hiu Mediterania yang terancam punah dan dilindungi kerap ditemukan di pelabuhan-pelabuhan perikanan pantai Mediterania di Afrika Utara.
Dilansir dari laman resmi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), hiu sudah sering diburu untuk dijual di Teluk Gabes, bagian selatan Kelibia, Tunisia, yang kemudian diselundupkan ke Italia.
Di wilayah Sahil di Afrika, misalnya, sektor perikanan bangkit menjadi pendapatan utama, dengan ribuan kapal penangkap ikan berlayar ke teluk setiap hari.
Kebangkitan sektor perikanan terjadi seiring penurunan pariwisata di Sahil karena ancaman terorisme dan Covid-19.
"Sebagian besar waktu, nelayan menangkap hiu ketika hiu tersebut terjerat dalam jaring yang ditujukan untuk ikan lain, tetapi beberapa nelayan secara aktif memburu hiu menggunakan pancing panjang berumpan. Hal ini terutama terjadi di sekitar Kelibia," ujar pendiri asosiasi lingkungan Tunisia yang khusus melindungi hiu, HOUTIYA, Sami Mhenni.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya