Menurut mereka, Mafuko adalah contoh ketahanan spesies gorila. Ibunya dibunuh seseorang ketika ia berusia empat tahun. Mafuko kemudian melahirkan beberapa anak, termasuk bayi-bayi yang baru lahir saat ini.
“Kami memantau si kembar dan ibunya secara ketat, mengamati proses menyusui dan kesehatan bayi secara keseluruhan. Membiarkannya merawat bayinya secara alami dan meminimalisasi intervensi adalah prioritas utama," papar Katutu.
Ia menyampaikan bahwa kedua bayi Mafuku tidak akan diberi nama hingga kondisi kesehatan mereka lebih stabil. Pengamatan awal, lanjut Katutu, menunjukkan bayi kembar gorila tenang dan menjaga kontak yang baik dengan sang induk.
"Perilaku mereka layaknya bayi baru lahir yang dalam kondisi baik, meskipun tetap sangat rentan,” papar dia.
Adapun Pusat Senkwekwe di Taman Nasional Virunga adalah satu-satunya fasilitas di dunia yang merawat gorila gunung tanpa induk. Gorila gunung memiliki pola makan yang sangat spesifik yang terdiri dari 142 jenis buah, daun, batang, akar, dan pucuk berbeda.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya