KOMPAS.com - Para peneliti dari Yale dan University of Missouri menemukan cara untuk menjadikan karbon dioksida (CO2) sebagai sumber bahan bakar. Terobosan ini disebut akan membuka jalan baru bagi pemanfaatan emisi karbon sebagai bahan baku energi terbarukan.
Peneliti menyebutkan bahwa katalis atau zat pemicu yang terbuat dari mangan mengubah karbon dioksida menjadi asam format, senyawa kimia yang berpotensi menyimpan dan melepaskan hidrogen.
Baca juga:
“Pemanfaatan karbon dioksida adalah prioritas saat ini karena kami mencari bahan baku kimia terbarukan untuk menggantikan bahan baku yang berasal dari bahan bakar fosil,” ujar profesor dari Yale, Nilay Hazari dilansir dari SciTech Daily, Senin (19/1/2026).
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Chem, mangan dipilih lantaran keberadaannya melimpah di alam dan relatif murah dibandingkan logam mulia, seperti platinum atau iridium, yang selama ini banyak digunakan sebagai katalis.
Tidak hanya itu, logam mulia cenderung mahal, tidak berkelanjutan, serta beracun.
Sementara itu, asam format merupakan bentuk terprotonasi dari format. Asam format diproduksi dalam jumlah besar dalam industri berupa pengawetan makanan, perawatan antibakteri, serta penyamakan kulit.
Selain itu, senyawa ini berpotensi sebagai sumber hidrogen untuk teknologi sel bahan bakar masa depan.
Baca juga:
Sayangnya, Hazari menyatakan, produksi asam format sejauh ini masih bergantung pada bahan bakar fosil sehingga berkontribusi terhadap emisi karbon dan tidak ramah lingkungan.
Maka dari itu, para peneliti berupaya mengembangkan metode sintesis asam format dengan bahan baku terbarukan yaitu karbon dioksida dan hidrogen, yang mana dihasilkan dari elektrolisis air menggunakan listrik dari sumber energi berkelanjutan.
"Katalis yang paling aktif dan stabil biasanya berbasis pada katalis logam mulia, yang mahal, tidak berkelanjutan, dan sangat beracun. Oleh karena itu, pengembangan katalis berbasis logam transisi baris pertama yang murah, melimpah, dan lebih berkelanjutan akan bermanfaat," jelas para peneliti.
Peneliti Yale dan University of Missouri menemukan metode mengubah karbon dioksida menjadi sumber bahan bakar.Para peneliti mampu memperpanjang masa pakai katalis berbasis mangan sampai sedemikian rupa sehingga efektivitasnya melampaui sebagian besar katalis logam mulia.
Mereka menstabilkan katalis melalui desain ligan khusus yang mengandung atom donor tambahan bersifat hemilabil, memungkinkan situs aktif logam terbuka untuk bereaksi dengan substrat lain lalu kembali menutupnya.
"Inovasi kuncinya adalah menstabilkan katalis dengan menambahkan atom donor lain ke dalam desain ligan, atom atau molekul yang berikatan dengan atom logam dan memengaruhi reaktivitas," kata para peneliti.
Baca juga:
Para peneliti menilai bahwa pendekatan ini tidak hanya terbatas pada konversi karbon dioksida menjadi format, tapi juga berpotensi diterapkan secara luas pada berbagai proses transformasi katalitik lainnya.
Dengan demikian, hal tersebut bisa menekan emisi karbon sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan.
“Saya senang melihat desain ligan ini membuahkan hasil yang begitu berarti,” ucap peneliti pasca-doktoral Yale, Justin Wedal.
Sebagai informasi, karbon dioksida termasuk gas rumah kaca yang berkaitan erat dengan pemanasan global. Dilansir dari Britannica, kehadiran gas ini di atmosfer mencegah sebagian energi radiasi yang diterima bumi untuk kembali ke ruang angkasa sehingga menghasilkan efek rumah kaca.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya