KOMPAS.com - Menurut ahli, terlalu jauh untuk mengaitkan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan dampak alih fungsi lahan.
"(Untuk penyabab) utamanya itu agak sulit. Kalau alih fungsi lahan masih terlalu jauh ya, dikaitkan dengan itu," ujar pakar geologi longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Baca juga:
Sebagai informasi, longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Adapun jumlah warga terdampak longsor bertambah menjadi 155 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 orang dilaporkan selamat, sedangkan 80 orang dinyatakan hilang sejak peristiwa longsor terjadi.
Dari 80 warga yang dilaporkan hilang, sebanyak 48 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Lanskap lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).Sumber material longsor disebut berada di atas Gunung Burangrang yang tutupannya masih hutan. Longsor di Cisarua cenderung disebabkan akumulasi dari proses alam yang berlangsung lama.
Curah hujan di atas 200 milimeter per hari menjadi pemicu utama terjadinya longsor di hulu sungai yang mengalir ke arah perkebunan dan permukiman penduduk.
Curah hujan tersebut dikategorikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai sangat ekstrem.
Cuaca ekstrem akibat krisis iklim hanya pemicu kejadian longsor di berbagai tempat. Namun, kejadian longsor memiliki karakteristik khas yang tergantung kondisi tempatnya.
Ada longsor dengan persentase campur tangan atau ulah manusia yang lebih dominan, serta ada juga longsor yang disebabkan oleh faktor alam dan sudah sangat berpotensi untuk terjadi.
Imam menilai, kejadian longsor di Cisarua merupakan hasil dari interaksi faktor ilmiah kompleks dengan berbagai ulah manusia, yang menghasilkan mekanisme aliran lumpur (mudflow) dan dipicu oleh kejadian longsoran di bagian hulu sistem alirannya.
"Jadi kalau kalau saya ditanya untuk Cisarua bagaimana? Cisarua itu ya enggak bisa dipersentase-persentase juga gitu ya. Tapi kalau saya lihat sumbernya itu kan masih di hutan yang lebat itu di atas itu, karena perubahan alam, bisa jadi longsor itu terjadi secara alamiah," terang Imam.
Namun, Imam menuturkan, ia belum melakukan investigasi atau survei secara medetail di kawasan puncak Gunung Burangrang.
Baca juga:
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 8 unit untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya