Namun, tanpa pengawasan yang lebih ketat risiko perpindahan pencemaran ke tanah, udara, atau rantai makanan manusia masih tetap tinggi.
Baca juga:
Dalam studi lain yang dipublikasikan di jurnal Environment & Health, ilmuwan mencatat bahwa kontaminan yang tersebar luas, seperti merkuri dan senyawa kimia PFAS tertentu, memengaruhi fungsi mitokondria burung.
Mitokondria merupakan pembangkit energi seluler kecil yang menghasilkan energi untuk berbagai aktivitas, dari terbang hingga reproduksi.
Penumpukan PFAS tetap terjadi meski ada upaya internasional untuk mengendalikan penggunaannya.
Polutan tersebut sangat beracun, bahkan pada konsentrasi rendah dan mencapai lautan melalui atmosfer serta aliran air permukaan.
Tim peneliti menemukan kadar tinggi senyawa PFAS tertentu meracuni burung dari dalam dengan merusak sistem pembuangan limbah sel mereka.
Gangguan produksi energi ini tentu akan memengaruhi kebugaran mereka dalam beraktivitas, mulai dari terbang hingga reproduksi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya