Diberitakan sebelumnya, operasi pencarian korban longsor Cisarua memasuki hari ketujuh sejak bencana terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Setidaknya, ada 55 jenazah yang ditemukan petugas di lokasi kejadian, dengan sebanyak 41 di antaranya telah teridentifikasi per Kamis (29/1/2026).
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim SAR gabungan menambah dua unit alat berat guna membuka material longsoran yang menimbun sedikitnya 30 rumah di tiga kampung yaitu Babakan, Pasirkuning, dan Pasirkuda.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI, Y. Bramantyo N, mengatakan, seluruh personel telah dikonsolidasikan sejak pagi untuk memastikan kesiapan operasi di seluruh sektor pencarian.
Baca juga:
Cuaca menjadi faktor krusial yang memengaruhi efektivitas pencarian setelah pada hari-hari sebelumnya hujan kerap menghambat pergerakan tim dan alat berat.
“Hari ini merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi penanganan longsor di Kecamatan Cisarua. Sejak pagi seluruh personel sudah kami konsolidasikan,” kata Bramantyo, dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Guna mendukung operasi di lapangan, Basarnas mendatangkan dua unit ekskavator PC 200 yang akan digunakan untuk membuka dan menggeser material longsor di titik-titik yang dinilai strategis. Tim SAR memperkirakan masih ada 25 korban yang tertimbun longsor Cisarua.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya