JAKARTA, KOMPAS.com - Program kewirausahaan berkelanjutan, Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16, menyerahkan total hibah usaha senilai Rp 2,5 miliar kepada sejumlah jenama UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), Kamis (29/1/2026).
Terdapat 12 finalis dalam DSC Season 16 yaitu, ide bisnis apparel anak outdoor (luar ruangan), roti dan camilan sehat sourdough, solusi diet dan kontrol konsumsi gula, makanan dan minuman sehat rendah kalori, serta minuman probiotik berbahan lokal.
Baca juga:
Kemudian, teknologi hijau pemantauan polusi udara, inovasi produk kopi format alternatif, produk kecantikan hyper-niche, fashion berbasis budaya dan upcycling, tempe premium dan plant-based protein, minuman fermentasi alami, serta deep-tech material dan energi sirkular.
Penghargaan khusus the Most Innovative Business yang dianugerahkan kepada Ganari yang menawarkan solusi penyerapan karbon.
Ganari mengembangkan alat pemantau kualitas udara menggunakan mikroalga. Inovasi berbasis bioteknologi ini tidak hanya mengukur parameter pencemar udara, seperti karbon dioksida (CO2) dan particulate matter (PM).
Alat dari Ganari, yang dirancang untuk kawasan urban, juga secara aktif menyerap karbon melalui proses fotosintesis mikroalga, dengan menggabungkan fungsi monitoring dan mitigasi melalui pengurangan polusi udara dan emisi gas rumah kaca.
Founder dan CEO Ganari, Aisahbella Dewi Purnomo pada acara puncak Final DSC Season 16 di Jakarta, Kamis (29/1/2025).Founder dan CEO Ganari, Aisahbella "Bella" Dewi Purnomo mengatakan, penciptaan alat itu berawal dari keresahan terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta dan Bandung.
Padahal kota-kota membutuhkan RTH dengan berbagai vegetasinya untuk menyerap emisi dan menyaring polusi udara.
Apalagi, polusi udara sudah menjadi silent killer (pembunuh dalam senyap) yang masih kurang mendapatkan perhatian di Indonesia.
"Saya dan tim (melakukan) riset, ternyata 80 persen oksigen itu dihasilkan dari alga laut atau dari lautan, bukan dari pohon. Dari situ berpikir kalau bagaimana caranya membawa oksigen yang benar-benar murni dari laut. Disatukan sama IoT (Internet of Things), sehingga berdampak lebih," jelas Bella di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
"Biasanya, air purifier memakai filter saja. Kami mau value-nya lebih, bukan hanya menyaring, tapi (juga) menghasilkan oksigen," tambah dia.
Jika alga laut di dalam alat dari Ganari mati, warnanya akan berubah bening dan menjadi biomassa yang bisa dimanfaatkan untuk pakan maggot, perawatan kulit, atau suplemen.
"Jadi di satu alat ini semuanya memang berkelanjutan," tutur Bella.
DSC Season 16 mulai memberikan pendampingan dalam membuat laporan keberlanjutan kepada para pesertanya. Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera mengatakan, terdapat 36 peserta yang sudah membuat laporan keberlanjutan.
"Jadi ini yang membuat kami sangat senang, bahwa tahun ini kami juga mengajak para challenger untuk berpikir ke depan," kata Surjanto, dalam kesempatan yang sama.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya