Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DSC Salurkan Hibah Rp 2,5 Miliar, Ada UMKM Inovasi Alat Penyerap Karbon Berbasis Mikroalga

Kompas.com, 30 Januari 2026, 10:12 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Program kewirausahaan berkelanjutan, Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16, menyerahkan total hibah usaha senilai Rp 2,5 miliar kepada sejumlah jenama UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), Kamis (29/1/2026).

Terdapat 12 finalis dalam DSC Season 16 yaitu, ide bisnis apparel anak outdoor (luar ruangan), roti dan camilan sehat sourdough, solusi diet dan kontrol konsumsi gula, makanan dan minuman sehat rendah kalori, serta minuman probiotik berbahan lokal.

Baca juga:

Kemudian, teknologi hijau pemantauan polusi udara, inovasi produk kopi format alternatif, produk kecantikan hyper-niche, fashion berbasis budaya dan upcycling, tempe premium dan plant-based protein, minuman fermentasi alami, serta deep-tech material dan energi sirkular.

DSC beri hibah Rp 2,5 miliar ke UMKM

Penghargaan khusus diberikan ke Ganari yang manfaatkan mikroalga

Penghargaan khusus the Most Innovative Business yang dianugerahkan kepada Ganari yang menawarkan solusi penyerapan karbon.

Ganari mengembangkan alat pemantau kualitas udara menggunakan mikroalga. Inovasi berbasis bioteknologi ini tidak hanya mengukur parameter pencemar udara, seperti karbon dioksida (CO2) dan particulate matter (PM).

Alat dari Ganari, yang dirancang untuk kawasan urban, juga secara aktif menyerap karbon melalui proses fotosintesis mikroalga, dengan menggabungkan fungsi monitoring dan mitigasi melalui pengurangan polusi udara dan emisi gas rumah kaca.

Founder dan CEO Ganari, Aisahbella Dewi Purnomo pada acara puncak Final DSC Season 16 di Jakarta, Kamis (29/1/2025).Kompas.com/Manda Firmansyah Founder dan CEO Ganari, Aisahbella Dewi Purnomo pada acara puncak Final DSC Season 16 di Jakarta, Kamis (29/1/2025).

Founder dan CEO Ganari, Aisahbella "Bella" Dewi Purnomo mengatakan, penciptaan alat itu berawal dari keresahan terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta dan Bandung.

Padahal kota-kota membutuhkan RTH dengan berbagai vegetasinya untuk menyerap emisi dan menyaring polusi udara.

Apalagi, polusi udara sudah menjadi silent killer (pembunuh dalam senyap) yang masih kurang mendapatkan perhatian di Indonesia.

"Saya dan tim (melakukan) riset, ternyata 80 persen oksigen itu dihasilkan dari alga laut atau dari lautan, bukan dari pohon. Dari situ berpikir kalau bagaimana caranya membawa oksigen yang benar-benar murni dari laut. Disatukan sama IoT (Internet of Things), sehingga berdampak lebih," jelas Bella di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

"Biasanya, air purifier memakai filter saja. Kami mau value-nya lebih, bukan hanya menyaring, tapi (juga) menghasilkan oksigen," tambah dia. 

Jika alga laut di dalam alat dari Ganari mati, warnanya akan berubah bening dan menjadi biomassa yang bisa dimanfaatkan untuk pakan maggot, perawatan kulit, atau suplemen.

"Jadi di satu alat ini semuanya memang berkelanjutan," tutur Bella.

DSC Season 16 mulai memberikan pendampingan dalam membuat laporan keberlanjutan kepada para pesertanya. Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera mengatakan, terdapat 36 peserta yang sudah membuat laporan keberlanjutan.

"Jadi ini yang membuat kami sangat senang, bahwa tahun ini kami juga mengajak para challenger untuk berpikir ke depan," kata Surjanto, dalam kesempatan yang sama. 

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
LSM/Figur
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
LSM/Figur
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau