Hari Lahan Basah Sedunia terbuka untuk semua pihak, dari organisasi internasional, pemerintah, praktisi lahan basah, anak-anak dan generasi muda, media, kelompok masyarakat, para pengambil keputusan, hingga perorangan, mengingat pentingnya konservasi lahan ini.
Menurut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, lahan basah adalah ekosistem yang mencakup perairan tawar, pesisir, laut, serta wilayah seperti danau, sungai, rawa, paya, lahan gambut, muara, delta, dataran pasang surut, hutan bakau, terumbu karang, dan akuifer bawah tanah.
Baca juga: Laos Larang Warga Bakar Lahan untuk Pertanian, Kualitas Udara Memburuk
Kawasan itu memiliki nilai intrinsik yang tinggi dan memberikan berbagai manfaat serta layanan ekosistem yang vital bagi manusia.
Misalnya dari sisi penyediaan air bersih, pengendalian banjir, penyerapan karbon, hingga habitat bagi keanekaragaman hayati.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya