KOMPAS.com - Ada beberapa strategi digital yang disebut paling efektif untuk digunakan komunitas ilmiah, masyarakat awam, dan aktivis untuk menghadapi krisis iklim, menurut peneliti dari University of the Basque Country (EHU) di Spanyol.
Strategi tersebut disusun setelah peneliti dari universitas tersebut, Ángela Alonso-Jurnet menganalisis bagaimana krisis iklim dibahas di media sosial dan platform digital, dilansir dari Phys.org, Senin (2/2/2026).
Baca juga:
Studi menganalisis komunikasi krisis iklim di TikTok, X, dan Instagram, serta strategi efektif agar pesan iklim tidak tenggelam oleh disinformasi.
Krisis iklim diketahui telah menjadi tantangan terbesar abad ke-21. Komunitas ilmiah sepakat bahwa pemanasan global berlangsung dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bahwa respons institusional dan sosial masih belum memadai.
Alonso-Jurnet menganalisis bagaimana krisis iklim dikomunikasikan di berbagai media dan platform digital, antara lain TikTok, X (dulu Twitter), dan Instagram.
Studi yang dipublikasikan di Zenodo ini kemudian mengidentifikasi strategi dan peluang efektif yang bisa digunakan komunitas ilmiah, masyarakat awam, dan aktivis, terutama di platform digital.
Komunikasi merupakan inti dari respons terhadap perubahan iklim dan platform digital telah membuka ruang kemungkinan yang belum pernah sebelumnya.
Sebab, komunikasi memungkinkan penyebaran pengetahuan ilmiah, pembangunan komunitas, dan pembentukan narasi kolektif yang melampaui batas.
Namun, ada jug tantangan signifikan yang timbul. Disinformasi, polarisasi, dan kelelahan informasi dapat melemahkan pesan-pesan penting, dan memicu ketidakpedulian.
Baca juga:
Studi menganalisis komunikasi krisis iklim di TikTok, X, dan Instagram, serta strategi efektif agar pesan iklim tidak tenggelam oleh disinformasi.Berdasarkan studinya, Alonso-Jurnet menyoroti pentingnya mengkomunikasikan solusi dan membuat konten proaktif, sambil menghindari pandangan pesimistis.
Peneliti juga menyoroti pentingnya membangun komunitas untuk memastikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi konten digital ini merasa memiliki komunitas di baliknya, melalui interaksi atau narasi bersama.
Alonso-Jurnet menekankan perlunya menggunakan format yang terhubung dengan emosi. Bahasa visual dan naratif lingkungan digital itu bisa mendorong empati dan keterlibatan masyarakat umum.
Pendekatan transisi ekososial yang adil juga bisa menjadi salah strategi. Pendekatan ini mengusulkan reorganisasi mendalam tentang cara kita menghuni planet ini yang bertujuan untuk menjamin kondisi hidup yang layak dalam batas-batas ekologis.
Alonso-Jurnet menyarankan salah satu cara yang sangat penting untuk mendekati transisi ekososial yang adil ini adalah dengan bertindak berdasarkan peluang.
Namun, salah satu masalah utama saat ini adalah sebagian besar pengguna cenderung menghindari berita tentang krisis iklim.
Sebab, hal itu membuat mereka merasa tidak berdaya, merasa tidak bisa berkontribusi apa pun, atau merasa bahwa masalah tersebut terlalu besar sehingga tindakan mereka tidak akan membantu.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya