KOMPAS.com - Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memperoleh penghargaan sebagai Kota Bersih Adipura 2026.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, konsistensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat menempatakan kabupaten ini menjadi peraih nilai tertinggi dalam penghargaan tersebut.
Baca juga:
"Berdasarkan kerangka penilaian tata kelola sampah nasional, Kabupaten Ciamis merupakan satu-satunya kabupaten dari 514 kabupaten/kota yang memperoleh nilai tertinggi berdasarkan pemantauan selama satu tahun. Penilaian ini mencakup pengelolaan bank sampah, TPS 3R, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujar Hanif dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Kementerian Lingkungan Hidup, ucap Hanif, bakal menjadikan pola pengelolaan sampah di Ciamis sebagai referensi nasional untuk direplikasi 514 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.
Ia lalu meninjau langsung kondisi pengelolaan sampah di Ciamis. Hanif mencatat, komposisi sampah di Kabupaten Ciamis didominasi sisa makanan sebesar 38 persen, dengan kontribusi sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga yang mencapai 49 persen.
"Angka ini menjadi basis argumentasi KLH bahwa intervensi pada level rumah tangga bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Dengan menekan timbulan sampah organik di hulu, efisiensi pengelolaan sampah nasional dapat meningkat secara drastis," tutur dia.
Hanif juga sempat mendatangi Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Ciamis untuk memastikan ekosistem ekonomi sirkular berjalan terintegrasi.
BSI Ciamis mengelola lebih dari 100 jenis sampah anorganik melalui jaringan 324 Bank Sampah Unit (BSU) dan 620 nasabah perorangan.
Baca juga:
Menteri LH Hanif Faisol meninjau lokasi pengelolaan sampah di Ciamis. Hanif menjelaskan, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan, tetapi juga pusat edukasi serta mitra industri daur ulang lintas wilayah, mulai dari Cirebon hingga Tangerang.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa sampah yang terkelola dengan baik memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal sekaligus melestarikan lingkungan.
Sementara itu, penilaian dilakukan dengan melihat pemilahan sampah di Pasar Ciamis.
Kabupaten Ciamis tercatat unggul dalam aspek kebijakan, penganggaran, sumber daya manusia, dam partisipasi publik yang masif, yang menjadi parameter utama dalam perolehan Adipura.
KLH juga menyoroti perlunya peningkatan teknologi pengolahan sampah bernilai rendah agar seluruh residu dapat terkelola tanpa sisa.
"Keberhasilan Ciamis diharapkan menjadi pemicu bagi daerah lain untuk segera berbenah dan mengadopsi sistem serupa demi menjawab tantangan darurat sampah secara nasional melalui aksi nyata di tingkat rumah tangga," jelas Hanif.
"Pencapaian luar biasa ini harus dijaga dengan konsistensi yang ketat, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan bahwa data di atas kertas selaras dengan praktik nyata di seluruh wilayah," imbuh dia.
Baca juga:
Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 menetapkan lebih dari 260 kabupaten/kota berstatus darurat sampah. KLH juga tengah menilai kebersihan kota melalui Adiwiyata hingga Kalpataru.
Lainnya, menggelar Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) guna mengawasi operasional perusahaan terhadap lingkungan.
"Ada 550 unit industri yang saat ini sedang (dinilai melalui) PROPER, meskipun unit industri kita angkanya 46.000, ada upaya-upaya yang harus kita lakukan. Sehingga ke depan untuk target-target ini harus kita tingkatkan," papar Hanif di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (20/10/2025).
Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah Indonesia pada 2025 mencapai 20,25 juta ton.
Jenis sampah yang paling banyak yaitu sisa makanan 40,79 persen, serta sampah plastik dan kayu atau ranting yang masing-masing 19,95 persen dan 13,7 persen.
Pemerintah lantas menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 mendatang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya