KOMPAS.com - Bandara Heathrow di Inggris telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) pada 2026.
Bandara Heathrow menetapkan target sebesar 5,6 persen dari total pengisian bahan bakar pesawat atau 2 persen di atas mandat Pemerintah Inggris untuk tahun 2026.
Melansir Edie, Jumat (13/2/2026) jika target 5,6 persen tercapai, sekitar 350.000 ton SAF akan digunakan di bandara pada 2026. Dari total tersebut, porsi 2 persen yang berada di atas mandat Pemerintah akan mencapai 124.068 ton.
Target 5,6 persen tersebut dapat memangkas emisi karbon sekitar 600.000 ton. Pihak bandara memperkirakan bahwa jumlah ini setara dengan lebih dari 950.000 penerbangan pulang-pergi penumpang kelas ekonomi antara Heathrow dan Bandara Internasional John F. Kennedy di New York.
Baca juga: Industri Penerbangan Asia Pasifik Siap Penuhi Target 5 Persen Avtur Berkelanjutan
Mandat SAF Inggris sendiri mulai berlaku pada awal tahun 2025. Peraturan ini mewajibkan 2 persen dari total kebutuhan bahan bakar jet di Inggris dipenuhi oleh SAF pada tahun 2025, meningkat menjadi 3,6 persen pada 2026, 10 persen pada 2030, dan 22 persen pada tahun 2040.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa lebih dari 80 juta pound sterling akan disediakan bagi maskapai penerbangan pada 2026 untuk membantu menutup selisih biaya antara avtur konvensional dan SAF.
Pendanaan ini ditujukan guna mendorong maskapai untuk meningkatkan penggunaan alternatif bahan bakar rendah karbon.
Heathrow juga telah menetapkan sasaran jangka panjang untuk meningkatkan penggunaan SAF hingga 11 persen dari total pengisian bahan bakar di bandara tersebut pada tahun 2030.
“SAF bukanlah konsep hipotetis untuk masa depan. SAF sudah menghasilkan dampak nyata pada tahun 2026," kata Direktur keberlanjutan Heathrow, Matt Gorman.
Baca juga: Avtur Berkelanjutan Diprediksi Melonjak, Pertumbuhan SAF Global Capai 64 Persen per Tahun
Gorman mengungkapkan, Heathrow memimpin secara global, dengan 17 persen pasokan SAF dunia pada tahun 2024 digunakan di bandara.
"SAF adalah pengungkit utama dalam perjalanan penerbangan menuju net-zero pada tahun 2050. Insentif kami memberikan kemajuan nyata saat ini, serta janji masa depan untuk hari esok," paparnya lagi.
SAF merupakan alternatif bagi avtur berbasis fosil dan dapat diproduksi dari berbagai jenis bahan baku, termasuk minyak limbah dan produk pertanian.
Rata-rata, diklaim bahwa SAF dapat mengurangi emisi karbon siklus hidup sekitar 70 persen, meskipun muncul kekhawatiran mengenai dampak iklim dari beberapa jenis bahan baku tertentu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya