Editor
Perubahan yang paling terasa justru muncul lebih dulu pada diri mereka. Kebiasaan menggunakan kemasan sekali pakai mulai dipertanyakan.
Mereka menjadi lebih peka dalam melihat limbah di sekitar, lebih berhati-hati memilih produk, dan lebih sadar bahwa pilihan kecil sehari-hari akan punya dampak yang panjang.
Komposit kitosan yang mereka kembangkan memang masih terus disempurnakan, tapi gagasan dasarnya memberi harapan bahwa kemasan ramah lingkungan bukan sesuatu yang jauh.
Tim EchoChemistry memahami bahwa tantangan terbesar bukan memulai, melainkan menjaga agar ide ini tidak berhenti sebagai percobaan.
Mereka berharap mendapatkan pendampingan dari guru dan dukungan sekolah untuk mengembangkan produk ini secara bertahap. Ruang untuk bereksperimen dan belajar dari kesalahan dianggap sama pentingnya dengan keberhasilan teknis.
Di lingkungan sekolah, mereka membayangkan perubahan yang lebih luas. Siswa tidak lagi memandang limbah sebagai sesuatu yang sepele, melainkan tanggung jawab bersama hingga akhirnya mereka terbiasa untuk membawa wadah pakai ulang dan mengurangi plastik sekali pakai untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya