Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASRI Awards, Penghargaan bagi Siswa hingga Sekolah lewat Inovasi Keberlanjutan

Kompas.com, 18 Desember 2025, 18:30 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Akademi Sekolah Lestari (ASRI) KG Media menggelar ASRI Awards 2025, ajang penghargaan bagi siswa, guru, dan sekolah yang berkontribusi melalui karya serta inovasi bertema keberlanjutan atau sustainability. 

VP Sustainability KG Media, Wisnu Nugroho, menjelaskan ASRI sendiri lahir dari keyakinan KG media bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk generasi di masa depan yang unggul secara akademik, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Melalui ASRI kami belajar bahwa keberlanjutan di sekolah bukan semata tentang program, melainkan tentang proses yang panjang dan perlu dilakukan secara konsisten," kata Wisnu di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Baca juga: ASRI Goes to School 2025 Berakhir: Sebarkan Literasi Keberlanjutan di 13 Sekolah Jabodetabek

Ia menekankan, keberhasilan ASRI tak lepas dari proses belajar dan kerja sama terutama dengan siswa, guru, sekolah, komunitas, maupun mitra. Dukungan dari berbagai pihak menjadi fondasi penting agar program ini bisa berdampak lebih luas.

"Penghargaan menjadi pengingat bahwa praktik baik dapat lahir dari mana saja, dan setiap langkah sekecil apapun memiliki arti ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," tutur Wisnu.

Sementara itu, Head of Sustainability Kompas Gramedia, Arki Sudito menyampaikan ASRI bukan sekadar program, melainkan gerakan di dunia pendidikan. Menurutnya, ASRI berupaya membumikan bahasa keberlanjutan agar lebih mudah dipahami dan diterapkan di lingkungan sekolah, khususnya tingkat SMA.

"Jadi kami mendorong agar siswa, guru yang mengikuti ASRI untuk membuat proyek. Ada dua jenis proyek, Student Ied Project dan Teacher led Project jadi proyek yang dibikin oleh siswa dan oleh guru," jelas Arki.

Baca juga: ASRI Gandeng Pokja SMA 78 Jakarta Hidupkan Solusi Keberlanjutan Lingkungan di Sekolah

Proyek itu dirancang agar pembelajaran keberlanjutan dapat terus berlanjut meskipun siswa telah lulus, dengan guru sebagai penggerak yang menetap di sana. Melalui ASRI Awards, KG Media ingin menunjukkan bahwa pelajar memahami praktik keberlajutan.

"Tetapi isunya adalah mereka kurang dukungan, di mana mereka bisa menerapkan risiko keberlajutan ini," ucap dia.

Sehingga melalui ASRI, para pelajar bisa mendapatkan dukungan lebih untuk mengimplementasikan isu keberlanjutan. Selain itu, ASRI juga mulai diintegrasikan ke dalam program pembelajaran yang saat ini didorong pemerintah dan telah diterapkan di sejumlah sekolah.

“Sebagai media, peran kami adalah mengamplifikasi cerita dan progres yang ada, agar bisa ditiru dan dilanjutkan oleh sekolah-sekolah lain,” kata Arki.

Kompetisi ASRI 2025 merupakan kerja sama KG Media dengan Unilever dan penjurian dari pemerintah hingga akademisi. Dalam ajang tersebut, terpilih 18 pemenang yang mendaftarkan karya atau inovasi tekait lingkungan hingga kesehatan antara lain dari SMA Al Uma'naa Boarding School, MAN 1 Kabupaten Gorontalo, SMAN Seribu Bukit, SMAN 2 Bandar, serta MAN 16 Jakarta Barat.

Lalu, SMK Sehat Insan Perjuangan, SMAN 9 Manado, SMKN 3 Mandau, SMAN 1 Sumbawa Besar, SMAN 1 Cisarua, SMAN 2 Semarang, MAN 1 Kendari, SMAN 59 Jakarta, SMAN 1 Blora, SMAN 2 Balikpapan, SMAN 1 Ciawi, MAN 19 Jakarta Selatan, dan MAN 4 Jakarta.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau