Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim

Kompas.com, 18 Februari 2026, 21:08 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Para profesional muda, yang baru memulai karier di industri periklanan, membagikan aspirasi mereka mengenai langkah-langkah yang harus diambil oleh para eksekutif dan manager tingkat menengah untuk meningkatkan kelestarian lingkungan.

Menurut mereka, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, perusahaan harus menyediakan pelatihan literasi iklim sebagai standar wajib bagi seluruh staf.

Baca juga: 

Rekomendasi tersebut dikumpulkan dari kelompok yang terdiri dari 40 pekerja industri muda seperti para staf dari agensi periklanan, pemilik merek, pemilik media, serta bagian bagian industri lainnya yang dinamakan sebagai Young Leaders Group.

Rekomendasi ini dihimpun oleh inisiatif yang disebut Ad Net Zero, dilansir dari Edie, Rabu (18/2/2026).

Profesional muda di industri periklanan dan perubahan iklim

Tunjukkan lebih banyak akuntabilitas pribadi dan tanggung jawab kolektif

Kelompok profesional muda industri periklanan mendorong perusahaan mewajibkan pelatihan literasi iklim bagi seluruh staf.freepik.com Kelompok profesional muda industri periklanan mendorong perusahaan mewajibkan pelatihan literasi iklim bagi seluruh staf.

Ketua Ad Net Zero Inggris, Alessandra Bellini, menyatakan bahwa profesional muda ini percaya bahwa para atasan mereka perlu menunjukkan lebih banyak akuntabilitas pribadi dan tanggung jawab kolektif dalam mengurangi dampak negatif industri terhadap lingkungan.

Profesional muda pun mendesak para pengambil keputusan di industri periklanan untuk mendorong program mentoring dan bimbingan terbalik (reverse mentoring).

Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi percakapan yang lebih jujur serta umpan balik terkait keberlanjutan lingkungan.

Sebagai informasi, reverse mentoring diartikan karyawan junior yang biasanya lebih melek isu iklim dan sains terbaru akan bertindak sebagai mentor bagi para eksekutif senior mereka.

Mereka juga ingin melihat langkah nyata untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari inti bisnis dan percakapan sehari-hari, bukan hanya sekadar kampanye tahunan atau proyek sampingan.

Rekomendasi mereka mendorong organisasi untuk mengintegrasikan isu keberlanjutan ke dalam komunikasi internal sepanjang tahun, guna menormalisasi pembaruan kemajuan yang transparan.

Lebih jauh lagi, hal ini berarti menanamkan aspek keberlanjutan ke dalam pelatihan dan pengembangan staf.

Para profesional muda menuntut agar pelatihan literasi iklim dimasukkan ke dalam proses pengenalan karyawan baru dan pengembangan profesional bagi seluruh karyawan.

Pelatihan semacam itu mencakup dasar-dasar sains iklim, serta peran industri dalam mengurangi dampaknya sendiri maupun dampak dari para klien dan mitra mereka.

Baca juga:

Menjaga konsistensi staf

Kelompok profesional muda industri periklanan mendorong perusahaan mewajibkan pelatihan literasi iklim bagi seluruh staf.PEXELS Kelompok profesional muda industri periklanan mendorong perusahaan mewajibkan pelatihan literasi iklim bagi seluruh staf.

Untuk menghindari hilangnya prioritas setelah pelatihan awal tersebut, kelompok ini menyarankan agar staf diberikan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang dikaitkan dengan keberlanjutan dan, jika memungkinkan, hal ini harus dihubungkan dengan insentif misalnya bonus atau penghargaan.

Ad Net Zero menunjukkan bahwa sistem seperti KPI keberlanjutan atau pelatihan literasi iklim sendiri bukan lagi sekedar teori karena sudah berhasil diterapkan di beberapa perusahaan.

"Para profesional muda mengusulkan beberapa cara yang sangat masuk akal dan lugas untuk memperkuat kebenaran yang sudah sangat nyata bahwa krisis iklim bukan lagi bahan perdebatan. Dan bisnis yang tidak segera berubah menjadi 'hijau' dipastikan akan bangkrut atau ketinggalan zaman pada masa depan," kata ketua global Ad Net Zero, Seb Munden.

Dampak perubahan iklim terhadap mata pencaharian dan kesejahteraan di seluruh dunia disebut sudah terjadi.

Pemimpin yang mampu mengarahkan bisnis ke arah yang lebih baik sembari tetap menjalankan target saat ini sangatlah dibutuhkan, dan sebagaimana yang ditunjukkan oleh profesional muda ini, ada orang-orang hebat yang siap menghadapi tantangan tersebut.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau