Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HPSN 2026, Kompas.com Gandeng Gen Z Bersih-bersih Sampah

Kompas.com, 21 Februari 2026, 21:52 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kompas.com melakukan aksi bersih-bersih bertajuk Charitrip Spesial Hari Sampah di Taman Literasi Martha Tiahahu, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).

Tim Community Kompas.com, Musfi menjelaskan kegiatan ini turut menggandeng generasi Z atau Gen Z yang terdaftar dalam Generasi Jernih, komunitas relawan di bawah naungan Kompas.com.

"Kami ada tiga fokus, pendidikan, lingkungan, sosial. Karena (aktivitas) ini masuk ke lingkungan, jadi pilarnya lingkungan, memperingati dan sekaligus ada edukasi ke adik-adik sekitaran Taman Literasi buat pentingnya menjaga atau membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah," kata Musfi ditemui di lokasi.

Baca juga: Hari Peduli sampah Nasional 2026: Tema hingga Sejarahnya

Sebanyak 22 relawan dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Musfi menyampaikan, mereka dibagi ke dalam dua kelompok yakni tim plogging dan tim edukasi.

Tim plogging bertugas menyisir area taman untuk mengumpulkan sampah yang masih berserakan lalu memilahnya berdasarkan jenis. Sementara, tim edukasi memberikan pemahaman kepada anak-anak serta pengunjung taman.

Taman Literasi Martha Tiahahu dipilih lantaran menjadi salah satu pusat generasi milenial maupun Gen Z berkumpul. Dengan adanya kegiatan bersih-bersih sampah, diharapkan anak muda tak hanya mementingkan penampilan saja, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar.

"Sebelumnya kami sudah melakukan survei juga ada beberapa titik-titik poin yang ada di Taman Literasi yang orang masih belum sadar. Padahal jelas tulisannya 'tidak boleh membuang sampah', tetapi bawahnya tulisan ada sampah," ungkap Musfi.

"Padahal jelas di sampingnya ada tempat sampah, tetapi ternyata sampahnya masih berserakan di mana-mana. Kami lihat sih sekitaran sini sudah mulai bersih," imbuh dia.

Program Sosial hingga Lingkungan 

Generasi Jernih sendiri telah menjalankan sejumlah program sosial dan pendidikan sejak diluncurkan pada September 2025 lalu. Musfi menuturkan bahwa mereka sempat mengadakan kegiatan mengajar di sekolah non formal serta Charitrip Spesial Hari Ibu dengan mengunjungi panti werdha untuk berbagi kebersamaan.

"Kami memberikan kado, kenangan lah buat mereka yang memang biasanya tanpa kehadiran anak-anaknya, jadi kami hadir di sana sebagai anak mereka, games bareng, nyanyi bareng, bahkan kami memberikan kado buat mereka dan kami nyuapin makan buat mereka," beber Musfi.

Tim Generasi Jernih memberikan edukasi kepada anak-anak soal sampah, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Tim Generasi Jernih memberikan edukasi kepada anak-anak soal sampah, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).

Ke depannya, Kompas.com akan mengadakan Charitrip Spesial Ramadan dengan membangun dapur umum bersama masyarakat. Selain itu, pesantren kilat bertajuk Pesantren Ceria untuk anak-anak yang tinggal di pemukiman padat penduduk, lalu diakhiri buka puasa bersama.

Gelaran serupa akan dilakukan pada April 2026 mendatang dalam rangka memperingati Hari Bumi.

"Harapannya, khususnya di adik-adik mereka jadi lebih sadar akan tanggung jawab sampahnya sendiri. Sebenarnya untuk kesadaran buang sampah pada tempatnya sebagian masyarakat Indonesia sudah tahu tetapi harus ada movement lanjutannya, di mana mereka juga harus bisa memilah sampahnya supaya dari segi pembuangan bisa dipergunakan kembali," papar Musfi.

Baca juga: Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion

Menurutnya, para relawan Generasi Jernih merupakan pembaca aktif berita Kompas.com. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai usia 18-30 tahun.

"Untuk background-nya sendiri mereka berbagai macam, ada yang baru lulus SMA, yang baru kuliah semester satu atau semester enam juga ada, ada juga yang memang mereka kesibukannya kerja di hari biasa karena bingung mau ikut kegiatan apa, mereka jadi gabung ke Generasi Jernih," tutur dia.

Bagi Anda yang ingin bergabung Generasi Jernih dapat mengunjungi akun Instagram @generasijernih untuk mengetahui informasi kegiatan sosial, edukasi, dan lingkungan lainnya. Pendaftarannya tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
LSM/Figur
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
LSM/Figur
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau