KOMPAS.com — Akses layanan kesehatan, seperti terapi fisik masih menjadi kebutuhan bagi sebagian warga lanjut usia (lansia), terutama di lingkungan permukiman padat.
Hal itu tecermin dari cepatnya kuota peserta terpenuhi dalam program terapi gratis yang digelar gerakan sosial Bakti Merah Putih.
Program yang digagas International Creatives Exchange (ICE) tersebut menyasar lansia sebagai langkah awal gerakan sosial yang akan dikembangkan ke berbagai wilayah. Kegiatan perdana digelar di RPTRA Taman Gajah, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
Chairman ICE Atta Ul Karim mengatakan, Bakti Merah Putih menjadi wadah bagi ICE untuk menjalankan berbagai aksi sosial.
“ICE dengan ini meluncurkan satu dari delapan program, yaitu Bakti Merah Putih yang berfokus pada kegiatan sosial,” ujar Atta dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Mahasiswa UNS Olah Limbah Rambut Jagung Jadi Teh Herbal untuk Kesehatan Lansia di Wonogiri
Ia menambahkan, ke depan, program tersebut akan dibentuk dalam format yayasan agar dapat mengajak lebih banyak pihak bergabung dalam gerakan sosial tersebut.
Pemilihan terapi gratis sebagai program perdana disebut berdasarkan hasil survei internal tim ICE. Terapi dinilai menjadi layanan yang paling diminati warga dibandingkan pengobatan umum gratis.
Kuota peserta disebut langsung terpenuhi dalam satu hari setelah pengumuman. Bahkan, jumlah warga yang hadir saat pelaksanaan melebihi kapasitas yang ditetapkan. Meski demikian, panitia tetap berupaya melayani seluruh warga yang datang.
Ketua Bakti Merah Putih Rifai Akif mengatakan, kegiatan ini menjadi penanda resmi dimulainya gerakan tersebut.
Ia menilai, kegiatan perdana ini dapat menjadi model untuk direplikasi di wilayah lainnya.
Baca juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Lansia, Salah Satunya Beraktivitas Fisik
“Kuota peserta langsung penuh hanya dalam satu hari. Bahkan saat pelaksanaan jumlah yang datang lebih banyak dari kuota, namun tetap kami layani,” jelasnya.
Atta menjelaskan, pemilihan lokasi pelaksanaan memiliki pertimbangan tersendiri.
“Teringat kata nenek saya, kebaikan itu harus dimulai dari yang terdekat dahulu,” ungkap Atta.
Secara administratif, kantor ICE berada di kawasan tersebut. Karena itu, program sosial ini dimulai dari lingkungan terdekat sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Lewat program ini, saya hanya ingin berterima kasih untuk Indonesia yang sudah membuat saya seperti ini,” ujarnya.
Baca juga: Kesepian Berdampak Negatif pada Kesehatan Lansia
Lurah Cipete Selatan, Supriono, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Terima kasih untuk Bakti Merah Putih dan Bang Atta Ul Karim. Melihat antusias warga, saya rasa kegiatan ini perlu diadakan rutin minimal dua bulan sekali,” ujarnya.
Salah satu peserta, Siti Zulaiha (74), mengaku terbantu dengan adanya terapi gratis tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.
“Tangan saya kaku, kaki juga sakit kalau ditekuk. Alhamdulillah setelah terapi langsung terasa lebih enak. Pas sekali untuk persiapan salat tarawih nanti malam,” kata Siti.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya