Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLTM Kukusan 2 di Lampung Beroperasi, Produksi Listrik 35,02 GWh per Tahun

Kompas.com, 26 Februari 2026, 14:15 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengoperasikan PLTM Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung, sejak awal Februari 2026 guna memperkuat komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PLTM Kukusan 2 adalah pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river, dengan kapasitas terpasangnya sebesar 5,4 megawatt (MW) atau 2 x 2,7 MW. Teknologi run-of-river memanfaatkan aliran alami sungai sehingga tidak membutuhkan bendungan besar.

Baca juga:

Estimasi produksi listrik dari PLTM Kukusan 2 mencapai 35,02 gigawatt-jam (GWh) per tahun. Angka ini menjadikan Kukusan 2 sebagai pembangkit listrik keempat yang dioperasikan ARKO.

Kontribusinya mencapai sekitar 17,8 persen dari total estimasi produksi listrik ARKO pada tahun 2026. Total produksi listrik ARKO pada 2026 diperkirakan sebesar 197,28 GWh.

Direktur Utama ARKO, Aldo Artoko, menyanpaikan, beroperasinya PLTM Kukusan 2 menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).

"Operasional Proyek Kukusan 2 menegaskan komitmen kami dalam menyediakan energi bersih sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh PLN," ucap Aldo lewat keterangan resmi, dilansir Kamis (26/2/2026).

"Ke depan, kami terus melanjutkan pengembangan proyek pembangkit listrik lainnya, seperti Proyek Tomoni berkapasitas 10 MW yang saat ini telah mencapai progres konstruksi 61 persen dan ditargetkan selesai pada tahun ini, serta Proyek Pongbembe berkapasitas 20 MW yang mulai dikembangkan pada akhir 2025 dan ditargetkan beroperasi pada 2029," tambah dia.

Baca juga:

Pengoperasian PLTM Kukusan 2 di Lampung

Penandatanganan Berita Acara Commercial Operation Date PLTM Kukusan 2 oleh Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Ricky Hartono dengan General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad.Dok. United Tractors Penandatanganan Berita Acara Commercial Operation Date PLTM Kukusan 2 oleh Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Ricky Hartono dengan General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad.

PLTM Kukusan 2 memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement dengan PT PLN (Persero), dengan durasi kontrak selama 25 tahun.

Listrik yang dihasilkan disalurkan ke jaringan distribusi Lampung sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, dan fasilitas publik.

Tingkat konsumsi listrik per kapita Indonesia tercatat sebesar 1.411 kWh per tahun. Dengan angka tersebut, PLTM Kukusan 2 diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 5.000 hingga 7.000 rumah tangga. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 25.000 jiwa.

Selama masa konstruksi, seluruh aktivitas proyek menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 yang ketat. ARKO mencatat capaian zero fatality dan zero accident. 

Pengoperasian Kukusan 2 juga memperkuat peran ARKO dalam mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Sepanjang periode 2017 hingga 2025, perseroan telah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar kurang lebih 277.241 ton CO2eq.

Ke depan, setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe beroperasi, ARKO diproyeksikan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 170.809 ton CO2eq per tahun. 

Secara finansial, PLTM Kukusan 2 mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja ARKO. Perusahaan akan menerima pendapatan rutin dari PLN selama 25 tahun. 

Saat ini, ARKO memiliki pipeline proyek energi terbarukan lebih dari 300 MW di berbagai wilayah Indonesia. Pipeline ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sebagai informasi, ARKO merupakan bagian dari PT United Tractors Tbk (UT). Perusahaan ini bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik melalui sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan aliran sungai langsung (run-of-river). 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Swasta
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Pemerintah
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
BUMN
'Sustainability' Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
"Sustainability" Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
Pemerintah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
LSM/Figur
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
Swasta
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Pemerintah
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
LSM/Figur
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau