Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM

Kompas.com, 6 Februari 2026, 22:23 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - PT United Tractors Tbk (UT) Cabang Padang menerima penghargaan dari Kementerian UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) atas partisipasinya dalam Aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit, inisiatif yang digagas Kementerian UMKM di Sumatera Barat.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan perusahaan dalam penanganan pasca-bencana tahap I. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat dan pelaku UMKM bangkit kembali setelah terdampak bencana.

Baca juga:

Wakil Menteri UMKM, Helvi Y. Moraza mengatakan, Klinik UMKM Minang Bangkit jadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

"Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha yang terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi," jelas Helvi lewat keterangan resmi, dikutip Jumat (6/2/2026).

United Tractors Cabang Padang terima penghargaan

Salurkan bantuan sebanyak 150 paket

Kontribusi United Tractors Cabang Padang dalam Klinik UMKM Minang Bangkit mendapat apresiasi Kementerian UMKM Indonesia.SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR Kontribusi United Tractors Cabang Padang dalam Klinik UMKM Minang Bangkit mendapat apresiasi Kementerian UMKM Indonesia.

Peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit berlangsung di Dinas KUKM, Sumatera Barat, pada pertengahan Januari 2026 lalu tepatnya Jumat (23/1/2026). 

Sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat, UT Cabang Padang menyalurkan bantuan sebanyak 150 paket. Bantuan tersebut terdiri dari kompor gas, selang regulator, dan tabung gas.

Paket bantuan disalurkan kepada warga terdampak di Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit dilaksanakan melalui kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat.

Klinik ini berfungsi sebagai command center dan service center, serta layanan yang disediakan bersifat terpadu dan berkelanjutan.

Baca juga:

Rangkaian peresmian diawali dengan sambutan Gubernur Sumatera Barat, dilanjutkan dengan arahan dari Wakil Menteri UMKM.

Setelah itu dilakukan peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit dan penyerahan bantuan secara simbolis, ditambah pemberian penghargaan kepada para stakeholder (pemangku kepentingan).

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke fasilitas klinik, diskusi bersama pemangku kepentingan, dan konferensi pers.

Seluruh rangkaian acara menunjukkan keseriusan pemerintah dan mitra dalam membangun pemulihan yang terarah.

Sebagai informasi, UT telah berdiri sejak tahun 1972 dan dikenal sebagai distributor alat berat.

Saat ini UT memiliki lima pilar bisnis yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, Industri Konstruksi dan Energi. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
BUMN
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
LSM/Figur
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Pemerintah
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
LSM/Figur
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Pemerintah
Enggan Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Malaysia Larang Impor Limbah Elektronik
Enggan Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Malaysia Larang Impor Limbah Elektronik
Pemerintah
Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan
Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan
Swasta
Unicef Desak Negara Kriminalisasi Pembuat Konten Pelecehan Anak lewat AI
Unicef Desak Negara Kriminalisasi Pembuat Konten Pelecehan Anak lewat AI
Pemerintah
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
Ancaman Penambangan Laut Dalam, Kehidupan Dasar Laut Bisa Hilang
LSM/Figur
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
Pestisida Kian Beracun, Studi Ungkap Ancaman Serius bagi Satwa Liar
LSM/Figur
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Asap Kuning Asam Nitrat di Cilegon Berbahaya, BRIN Jelaskan Dampaknya
Pemerintah
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Mandatori Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun dan Tekan Emisi 228 Juta Ton CO2
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau