Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lowongan Kerja KKP 2026 untuk Formasi di Sumba Timur, Ini Syaratnya

Kompas.com, 26 Februari 2026, 09:11 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka lowongan kerja atau loker bagi 3.000 sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendapatkan pelatihan khusus.

Nantinya, kandidat yang lolos diterjunkan untuk mendukung operasional program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP, I Nyoman Radiarta mengatakan, rekrutmen itu merupakan komitmen pemerintah guna memastikan kesiapan SDM lokal yang terampil dan berdaya saing.

“Kami mendapat mandat dari Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menyiapkan SDM kompeten yang siap bekerja di tambak udang terintegrasi Waingapu," kata Nyoman, lewat laman resmi KKP, Kamis (26/2/2026).

Lowongan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026

Catat berkas yang harus disiapkan

KKP membuka kesempatan karier bagi 3.000 SDM lokal untuk mendaoatkan pelatihan dan bekerja dalam program budi daya udang terintegrasi. KOMPAS/YULVIANUS HARJONO KKP membuka kesempatan karier bagi 3.000 SDM lokal untuk mendaoatkan pelatihan dan bekerja dalam program budi daya udang terintegrasi.

Program kelas khusus ini akan mencetak tenaga kerja untuk berbagai posisi, sebagai operator anak kolam, teknisi budidaya udang, teknisi mesin tambak, laboran kesehatan udang, serta tenaga panen parsial.

Pelatihan dilaksanakan secara terpadu melalui pembelajaran teori, praktik, dan magang di tambak mitra dengan kurikulum berbasis standar operasional tambak udang terintegrasi.

Berkas pendaftaran yang perlu disiapkan yakni:

  • Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP)
  • Fotokopi kartu keluarga (KK)
  • Pas foto terbaru ukuran 4 x 6 dengan latar putih
  • Fotocopi ijazah/surat tanda tamat belajar (STTB)/surat tanda lulus (STL)
  • Nilai ijazah (untuk lulusan SMA dan sederajat) atau transkrip nilai (lulusan Diploma l/Dipioma II/ Diploma III/ Diploma IV I Strata I)
  • Fotokopi kartu pencari kerja dari dinas terkait
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku
  • Surat keterangan pengalaman bekerja di tambak udang (jika ada)

Jadwal pendaftaran lowongan kerja tersebut dimulai dari seleksi administrasi, dan seleksi akademik sampai April 2026, tepatnya Jumat (10/4/2026).

Sementara itu, pengumuman tahap pertama pada Kamis (30/4/2026), dilanjut seleksi wawancara, kesehatan, serta psikotes dari Mei 2026 sampai Juni 2026, tepatnya dari Senin (11/5/2026) sampai Selasa (30/6/2026).

Pengumuman akhir seleksi pada Rabu (15/7/2026), dan penempatan program kelas khusus dari Jumat (24/7/2026) sampai Rabu (29/4/2026).

Calon pelamar dapat menghubungi Contact Center BPPSDM KP melalui WhatsApp di nomor 0821-1814-096 untuk memperoleh bantuan dan penjelasan lebih lanjut terkait proses rekrutmen.

Baca juga:

KKP membuka kesempatan karier bagi 3.000 SDM lokal untuk mendaoatkan pelatihan dan bekerja dalam program budi daya udang terintegrasi. UNSPLASH/ETIENNE GIRARDET KKP membuka kesempatan karier bagi 3.000 SDM lokal untuk mendaoatkan pelatihan dan bekerja dalam program budi daya udang terintegrasi.

Adapun alur pendaftaran lowongan kerja KKP untuk program ISF, antara lain buka laman https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu/.

Kemudian buat akun melalui menu Masuk/Daftar. Kemudian isi profil sesuai identitas pendaftar, serta unggah berkas persyaratan.

"Melalui program kelas khusus, kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri,” kata Nyoman.

Peserta yang mendaftar dan lolos seleksi akan mendapatkan surat tanda lulus serta sertifikasi kompetensi.

ISF dibangun di lahan seluas 2.085 hektar. Di lahan ini nantinya dibangun 14 klaster masing-masing dengan 128 kolam pemeliharaan, sehingga totalnya mencapai 1.792 kolam.

Fasilitas lainnya meliputi 224 tandon klaster, 52 instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan sarana pendukung lainnya.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
LSM/Figur
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
LSM/Figur
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Swasta
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
LSM/Figur
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
LSM/Figur
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Pemerintah
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Pemerintah
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
LSM/Figur
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
LSM/Figur
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan 'Sanctuary Park'
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan "Sanctuary Park"
Swasta
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
LSM/Figur
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Pemerintah
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
Pemerintah
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau