Penulis
"Akselerasinya sangat, sangat cepat," tutur dia.
Baca juga:
Terakhir, dalam point multipolar world, Martin menyoroti bahwa saat ini Indonesia tak hanya bisa bergantung pada satu negara.
Sebab, ada berbagai faktor, antara lain perang dagang dan perang senjata, yang membuat dunia memiliki banyak kutub (multipolar) dan cukup dinamis.
"Jadi efek sampingnya terhadap supply chain (rantai pasok) itu sangat besar. Contohnya sekarang, supply chain engineering, re-localize manufacturing (re-lokalisasi manufaktur), jadi double sourcing, yang tadinya hanya satu negara, jadi double sourcing. Belum lagi efek-efek daripada tarif. Sebentar sekian, besok sekian, besok bisa sekian lagi," jelas Martin.
Kendati demikian, bukan berarti tidak ada peluang di balik ketiga mega trend yang sudah disebutkan.
Data center, salah satunya, tak lagi tersentralisasi di satu negara dan bisa merambah ke lokasi lain. Ada pula peluang dari segi energy efficiency, misalnya jika ingin membangun gedung yang lebih efisien dan lebih "hijau".
Sebagai system integrator, Schneider Electric melihat peluang sebagai penyedia solusi untuk berbagai segmen, di antaranya data center, building, industri, dan infrastructure.
Selain manajemen energi dan otomatisasi industri, perusahaan asal Perancis ini juga menyediakan layanan perangkat lunak dan keberlanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya