Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Schneider Electric Kurangi 862 Juta Ton Emisi CO2 pada 2021–2025

Kompas.com, 4 Maret 2026, 17:40 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Schneider Electric membantu pelanggannya mengurangi jejak lingkungan melalui produk dan solusi. Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggannya menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi karbon dioksida (CO2), melampaui target awal sebesar 800 juta ton CO2.

Selain mendukung pelanggan, mitra, dan komunitas dalam transisi menuju masa depan yang berkelanjutan, program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025 mencatat kemajuan terukur pada aspek environmental, social, and governance (ESG).

Baca juga:

Schneider Electric bantu pelanggan hemat emisi CO2

Pada akhir kuartal IV 2025, program SSI mencapai skor keseluruhan 8,86 dari 10, yang mencerminkan skala transformasi berkelanjutan yang dijalankan di seluruh organisasi dan rantai nilai.

"Penyelesaian program Schneider Sustainability Impact 2021–2025 merupakan perjalanan transformasi yang kami rasakan secara nyata di Indonesia,” kata President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Selain itu, Schneider Electric juga memobilisasi rantai pasoknya untuk mengambil langkah nyata menuju dekarbonisasi melalui inisiatif Zero Carbon Project.

Dengan melibatkan 1.000 pemasok strategis teratas, Schneider Electric berkontribusi terhadap penurunan 56 persen emisi CO2 operasional pemasok.

Hingga 2025, 98 persen pemasok strategis telah memenuhi persyaratan Decent Work yang ditetapkan perusahaan, memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang etis, serta kesejahteraan karyawan di sepanjang rantai nilainya.

Baca juga:

Transisi energi

Ilustrasi transisi energi. Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggannya menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi karbon dioksida.Dok. SHUTTERSTOCK Ilustrasi transisi energi. Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggannya menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi karbon dioksida.

Di sisi lain, perusahaan listrik asal Perancis ini terlibat dalam transisi energi, dengan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kemajuan berkelanjutan.

Melalui inisiatif Access to Energy yang diluncurkan pada 2009, Schneider Electric telah memperluas akses terhadap energi bersih bagi komunitas yang kurang terlayani. 

Inisiatif tersebut menjangkau lebih dari 61 juta orang di seluruh dunia hingga akhir 2025, melampaui target awal sebesar 50 juta penerima manfaat.

Schneider Electric berinvestasi dalam peningkatan keterampilan dan pendidikan generasi muda untuk mendukung inklusi jangka panjang.

Lebih dari satu juta orang telah mendapatkan pelatihan di bidang manajemen energi seja 2009. Mereka dibekali individu dengan kompetensi untuk membangun komunitas yang tangguh sekaligus mendukung transisi energi global.

Sejak 2021, lebih dari 500 inisiatif keberlanjutan lokal juga telah dijalankan di berbagai negara tempat Schneider Electric beroperasi.

“Fondasi yang telah kami bangun—mulai dari kemitraan dengan pemangku kepentingan, hingga inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan talenta—menjadi modal utama untuk melangkah menuju 2030," tutur Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, Donald Situmorang.

Ke depan, Schneider Electric akan terus memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional dan memperluas kolaborasi lintas sektor. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau