KOMPAS.com - Schneider Electric membantu pelanggannya mengurangi jejak lingkungan melalui produk dan solusi. Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggannya menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi karbon dioksida (CO2), melampaui target awal sebesar 800 juta ton CO2.
Selain mendukung pelanggan, mitra, dan komunitas dalam transisi menuju masa depan yang berkelanjutan, program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025 mencatat kemajuan terukur pada aspek environmental, social, and governance (ESG).
Baca juga:
Pada akhir kuartal IV 2025, program SSI mencapai skor keseluruhan 8,86 dari 10, yang mencerminkan skala transformasi berkelanjutan yang dijalankan di seluruh organisasi dan rantai nilai.
"Penyelesaian program Schneider Sustainability Impact 2021–2025 merupakan perjalanan transformasi yang kami rasakan secara nyata di Indonesia,” kata President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Selain itu, Schneider Electric juga memobilisasi rantai pasoknya untuk mengambil langkah nyata menuju dekarbonisasi melalui inisiatif Zero Carbon Project.
Dengan melibatkan 1.000 pemasok strategis teratas, Schneider Electric berkontribusi terhadap penurunan 56 persen emisi CO2 operasional pemasok.
Hingga 2025, 98 persen pemasok strategis telah memenuhi persyaratan Decent Work yang ditetapkan perusahaan, memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang etis, serta kesejahteraan karyawan di sepanjang rantai nilainya.
Baca juga:
Ilustrasi transisi energi. Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggannya menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi karbon dioksida.Di sisi lain, perusahaan listrik asal Perancis ini terlibat dalam transisi energi, dengan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kemajuan berkelanjutan.
Melalui inisiatif Access to Energy yang diluncurkan pada 2009, Schneider Electric telah memperluas akses terhadap energi bersih bagi komunitas yang kurang terlayani.
Inisiatif tersebut menjangkau lebih dari 61 juta orang di seluruh dunia hingga akhir 2025, melampaui target awal sebesar 50 juta penerima manfaat.
Schneider Electric berinvestasi dalam peningkatan keterampilan dan pendidikan generasi muda untuk mendukung inklusi jangka panjang.
Lebih dari satu juta orang telah mendapatkan pelatihan di bidang manajemen energi seja 2009. Mereka dibekali individu dengan kompetensi untuk membangun komunitas yang tangguh sekaligus mendukung transisi energi global.
Sejak 2021, lebih dari 500 inisiatif keberlanjutan lokal juga telah dijalankan di berbagai negara tempat Schneider Electric beroperasi.
“Fondasi yang telah kami bangun—mulai dari kemitraan dengan pemangku kepentingan, hingga inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan talenta—menjadi modal utama untuk melangkah menuju 2030," tutur Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, Donald Situmorang.
Ke depan, Schneider Electric akan terus memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional dan memperluas kolaborasi lintas sektor.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya