Jika pestisida memiliki kelarutan tinggi dalam air dan relatif stabil dalam lingkungan perairan, konsentrasinya bisa bertahan cukup lama untuk menyebar secara homogen sepanjang koridor sungai yang memungkinkan wilayah hilir, termasuk lokasi pengambilan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ikut terdampak.
Konsentrasi pestisida yang tinggi dapat menyebabkan kematian massal biota air seperti ikan, zooplankton, dan fitoplankton. Insiden ikan mati mendadak kerap menjadi indikator paling jelas adanya pencemaran toksik di perairan.
Sementara itu, residu pestisida atau metabolitnya dapat terakumulasi dalam jaringan organisme air, lalu berpindah ke predator tingkat lebih tinggi, termasuk manusia yang mengonsumsi ikan dari sungai tersebut.
Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis.
Kontaminasi juga dapat mencapai sedimen dasar sungai dan menjadi sumber pelepasan racun sekunder dalam jangka waktu lebih lama.
Artinya, meskipun air permukaan tampak kembali jernih, ancaman toksik masih dapat tersimpan di lapisan sedimen dan terlepas kembali ke kolom air dalam kondisi tertentu.
Konsumsi air baku atau ikan yang telah tercemar. Ignas menjelaskan bahwa jenis pestisida tertentu, terutama yang bersifat neurotoksik, dapat menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, gangguan saraf, hingga kematian tergantung dosis paparan.
“Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik,” jelas Ignasius.
Ignasius lantas menekankan pentingnya strategi jangka panjang, mulai dari penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran bahan berbahaya dan beracun (B3), pembangunan sistem peringatan dini berbasis sensor kualitas air online (daring), dan diversifikasi sumber air baku untuk meningkatkan ketahanan air saat terjadi krisis.
Baca juga: Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane Atasi Pestisida, Ahli Jelaskan Dampaknya
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya