Meski demikian, sebenarnya masih belum jelas apakah OAE bekerja dengan aman pada tingkat yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat iklim.
Baca juga:
Tim Subhas, yang mencakup peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution, Rutgers University, dan Environmental Defence Fund, secara perdana menguji hal ini di perairan terbuka.
Rencananya, para peneliti membuat model dan menggunakan data kelautan untuk memahami bagaimana gumpalan kimia tersebut terus menyerap karbon dioksida dari waktu ke waktu.
“Dalam skenario terbaik, penyebaran ini akan menyebabkan penyerapan sekitar 50 ton karbon dioksida dari atmosfer ke air laut selama kurang lebih satu tahun,” ucap Subhas.
Sebagai perbandingan, 50 ton karbon setara dengan emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan lima warga Inggris.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya