KOMPAS.com - Partikel plastik bisa masuk ke dalam teh, khususnya lewat kantong teh. Hal ini menurut tinjauan terbaru dari 19 studi ilmiah.
Tinjauan ini berfokus pada mikroplastik dan nanoplastik, yang dikelompokkan bersama sebagai Microplastics and Nanoplastics (MNP), dilansir dari Earth.com, Senin (16/3/2026).
Baca juga:
Mikroplastik memiliki rentang ukuran dari sekitar satu mikrometer hingga lima milimeter, sedangkan nanoplastik berukuran di bawah satu mikrometer.
Adapun studi lengkapnya diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry.
Partikel plastik bisa masuk ke dalam teh, khususnya lewat kantong teh.Sebuah penelitian tentang bagaimana kemasan teh melepaskan plastik menemukan, kantong teh termasuk sumber utama munculnya plastik dalam teh panas.
Hasil ini mengejutkan banyak orang karena kantong tersebut sering kali terlihat seperti terbuat dari kertas. Namun, penampilan bisa "menipu".
Beberapa kantong teh berbentuk "piramida" menggunakan jaring plastik, sedangkan kantong lainnya mencampurkan serat tanaman dengan plastik.
Kantong selulosa tertentu juga mengandung polypropylene sebagai lapisan penyegel panas agar sambungannya tetap tertutup di dalam air panas.
Bahkan, kantong yang dijual dengan label dapat dikomposkan atau mudah terurai tidak selalu bebas plastik.
Dalam beberapa pengujian, peneliti melarutkan bagian selulosanya dan masih menemukan sisa plastik pada produk-produk tertentu.
Dalam sebuah eksperimen, para peneliti melaporkan bahwa satu kantong teh plastik melepaskan sekitar 14,7 miliar partikel kecil di bawah kondisi penyeduhan dan pengukuran yang digunakan selama penelitian tersebut.
Studi lainnya melaporkan plastik yang dilepaskan sekitar 1,3 miliar partikel per kantong.
Para peneliti juga mendeteksi sejumlah besar partikel yang terlepas dari kantong teh yang terbuat dari bioplastik PLA.
Jumlahnya sering kali lebih rendah dibandingkan yang terukur dari kantong jaring plastik, tetapi jumlahnya tidak nol. Hasil penelitian ini tidak selalu sama karena tidak semua laboratorium mengukur partikel dengan cara yang sama.
Filter dengan pori-pori yang lebih besar akan menangkap potongan yang lebih besar, tapi membiarkan partikel yang lebih kecil lolos.
Baca juga:
Partikel plastik bisa masuk ke dalam teh, khususnya lewat kantong teh.Laporan ini juga menyoroti masalah lain: Plastik tidak muncul sendirian.
Pabrik menambahkan bahan kimia agar plastik lebih lentur, berwarna, dan tahan lama, serta sisa-sisa zat kimia dari proses pembuatan bisa tertinggal di dalam bahan tersebut.
Beberapa penelitian menemukan bahan kimia terkait plastik di dalam air teh, termasuk zat sisa plastik, bahan pengenyal, dan senyawa jenis bisfenol (BPA).
Para ilmuwan sedang meneliti dari mana asal bahan kimia tersebut saat teh diseduh.
Air panas mungkin menarik bahan kimia langsung dari kantong teh yang masih utuh, dari serpihan plastik yang pecah, atau dari pencemaran selama proses pembuatan. Untuk saat ini, rincian pastinya masih belum jelas.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya