Pergeseran ke arah kutub ini menunjukkan bahwa perubahan iklim sedang mengubah bentuk lingkungan laut yang menjadi tumpuan hidup salmon chum.
Hilangnya habitat ini terjadi bersamaan dengan penurunan populasi salmon chum Jepang baru-baru ini.
Ekosistem laut sangat peka terhadap perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, terganggunya rantai makanan, dan fenomena panas ekstrem sedang mengubah pola persebaran spesies di seluruh dunia.
"Memantau pendistribusian ulang habitat salmon chum sangatlah krusial untuk melestarikan sumber daya salmon yang terus berkurang," ucap Alabia.
Program pembibitan yang intensif sekali pun mungkin tidak akan cukup untuk mengimbangi perubahan lingkungan dalam skala besar.
Seiring dengan terus menghangatnya Pasifik Utara, masa depan salmon chum Jepang mungkin bergantung pada seberapa cepat pengelolaan perikanan dan strategi konservasi beradaptasi dengan lautan yang berubah dengan cepat.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya