Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Robot AI Diperkirakan Bisa Lebihi Jumlah Pekerja Manusia

Kompas.com, 20 Maret 2026, 18:18 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ECB, CNBC

Peningkatan agen AI

Laporan Work Trend Index dari Microsoft mengungkapkan, 80 persen pemimpin perusahaan mengharapkan agen AI, jenis program perangkat lunak yang mampu membuat keputusan dan menyelesaikan tugas tanpa banyak arahan manusia, akan terintegrasi secara luas ke dalam strategi AI mereka dalam 12-18 bulan ke depan.

Bahkan, mitra pengelola global McKinsey & Company, Bob Sternfels mencatat, perusahaan-perusahaan saat ini sudah memperkerjakan 20.000 agen AI bersama dengan 40.000 karyawan.

Padahal, setahun sebelumnya, perusahaan-perusahaan hanya memiliki 3.000 agen AI dan Sternfels memperkirakan bahwa jumlah agen AI di perusahaan-perusahaan akan sama dengan karyawan dalam 18 bulan ke depan.

Kekhawatiran tentang AI menggantikan pekerja telah menguat dalam setahun terakhir seiring dengan perusahaan-perusahaan raksasa, seperti Amazon, Salesforce, Accenture, Heineken, dan Lufthansa, telah menyatakan bahwa teknologi itu sebagai salah satu alasan menghapus ribuan posisi.

"AI menghantam sebagian besar negara dan sebagian besar bisnis tidak siap menghadapinya," ujar direktur pelaksana di Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva.

Merujuk data dari perusahaan konsultan Challenger, Gray & Christmas, AI menyebabkan hampir 55.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS pada tahun 2025. Namun, beberapa pemimpin perusahaan terkemuka justru menangapinya secara berbeda.

CEO Nvidia, Jensen Huang memprediksi, ledakan AI malah akan menciptakan gaji enam digit bagi para pekerja yang membangun pabrik AI dan chip.

Menurut Huang, AI akan mendorong pekerjaan di bidang keahlian tertentu, seperti tukang ledeng, teknisi listrik, pekerja konstruksi, sampai pekerja baja.

AI memperluas lapangan pekerjaan

Robot AI diperkirakan akan meningkat menjadi 1,3 miliar pada 2035, serta menggantikan pekerja manusia.Dok. Unsplash/solenfeyissa Robot AI diperkirakan akan meningkat menjadi 1,3 miliar pada 2035, serta menggantikan pekerja manusia.

Sebelumnya, alih-alih memicu gelombang PHK, European Central Bank (ECB) justru menyebut, tren peningkatan penggunaan AI oleh perusahaan kemungkinan justru menciptakan lapangan pekerjaan.

Berdasarkan survei ECB tentang akses pembiayaan perusahaan, investasi dan penggunaan intensif AI saat ini belum menggantikan pekerja.

Bahkan, beberapa perusahaan justru merekrut karyawan tambahan, kemungkinan karena ingin mengembangkan dan menerapkan teknologi AI sembari mempertahankan proses produksi yang ada. 

Kondisi mengingat AI diperlakukan sebagai alat untuk membantu perusahaan meningkatkan skala produksi dengan lebih cepat.

Dalam satu tahun ke depan, perusahaan yang berencana berinvestasi dalam AI, masih akan merekrut lebih banyak orang daripada yang tidak ada arah ke tersebut.

Beberapa perusahaan kemungkinan memang menggunakan AI untuk menggantikan pekerja, tapi perusahaan umumnya lebih cenderung merekrut staf tambahan untuk memungkinkan mereka menggunakan dan berinvestasi dalam AI.

"Perusahaan yang banyak menggunakan AI sekitar empat persen lebih mungkin untuk merekrut staf tambahan. Dengan kata lain, perusahaan yang banyak menggunakan AI cenderung, rata-rata, lebih banyak merekrut daripada memecat," demikian keterangan dalam laman resminya, yang ditulis oleh dua ekonom staf ECB, Laura Lebastard dan David Sondermann.

Diketahui, survei ECB melibatkan 5.000 responden perusahaan di Eropa, dengan dua pertiganya melaporkan bahwa karyawan mereka menggunakan AI.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau