FAO menyatakan, tutupan hutan mencakup 4,14 miliar hektar atau 32 persen dari luas daratan global yang setara dengan 0,5 hektar per orang. Hampir separuh hutan dunia terletak di daerah tropis. Sementara, hilangnya hutan atau net loss tahunan turun dari 10,7 juta hektar pada 1990-an menjadi 4,12 juta hektar periode 2015-2025.
Baca juga: 411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Qu mengatakan, laju deforestasi menurun dari 17,6 juta ha pada 1990-2000 menjadi 10,9 juta ha per tahun 2015-2025.
"Namun, laju perluasan hutan baru juga menurun, dari 9,88 juta hektar per tahun 2000–2015 menjadi 6,78 juta ha di 2015-2025," ucap Qu dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Dalam laporan lainnya, Global Forest Watch (GFW) mengatakan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 11 juta hektar hutan primer lembap pada periode 2002-2024. Selama dua dekade terakhir, luas hutan primer lembap Indonesia menyusut sekitar 11 persen, setara kehilangan 34 persen tutupan pohon dalam periode yang sama.
Hal tersebut terungkap dalam laporan Bencana Bukan Takdir: Banjir Sumatera dan Gagalnya Negara Menjamin Hak Aman Warga Negara yang disusun International NGO Forum on Indonesian Development (Infid).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya