KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 10 kota terpanas di Indonesia sejak Rabu (18/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026). Dilaporkan bahwa Ciputat, Banten menempati urutan pertama dengan suhu maksimumnya mencapai 36,4 derajat celsius.
Berikut daftar 10 wilayah dengan suhu maksimun tertinggi di Indonesia.
Menurut BMKG, beberapa wilayah di Indonesia terasa sangat panas dalam sepekan terakhir. Penyebab cuaca panas akhir-akhir ini karena fenomena gerak semu tahunan matahari.
Baca juga: BMKG Pastikan Indonesia Tak Dilanda Gelombang Panas
"Secara teknis matahari seolah-olah berialan dari belahan bumi selatan menuiu ke utara," tulis BMKG dalam unggahan di akun Instagramnya, Rabu.
Faktor penyebabnya antara lain posisi matahari yang makin mendekat ke ekuator dengan intensitas radiasi sinar matahari yang diterima bumi menjadi lebih maksimal. Jaraknya yang seolah tegak lurus di atas kepala, yang mengakibatkan suhu udara melonjak.
"Matahari akan tepat berada di atas garis ekuator (khatulistiwa) pada Sabtu (21/3/2026) hingga Senin (23/3/2026)," tulis BMKG.
Penyebab lainnya, karena sedikit tutupan awan dan masa transisi musim hujan ke musim kemarau. Meski demikian, BMKG memprediksi hujan masih akan melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu ke depan.
Musim kemarau 2026 di Indonesia diprediksi terjadi lebih awal yakni pada April 2026. Pergeseran musim ini seiring melemahnya La Nina yang berlangsung sejak Oktober 2025 dan berakhir Februari 2026.
Baca juga: BMKG: Musim Kemarau di Jabar Diprediksi Datang Lebih Awal
BMKG memprediksi kemarau Mei 2026 akan melanda 184 zona musim, dan Juni 2026 sebanyak 163 zona musim yang diawali di Nusa Tenggara lalu bergerak ke arah barat secara bertahap.
Wilayah yang diprediksi mengalami kemarau pada April 2026, antara lain pesisir utara Jawa Barat, Jawa bagian Barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian besar Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian kecil Kalimantan Selatan, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Musim kemarau pada Mei 2026 diprediksi terjadi di sebagian Sumatera, Jawa bagian Barat, sebagian kecil Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, Kalimantan bagian Selatan, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan sebagian Papua.
Sementara itu, pada Juni 2026 meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Pulau Papua.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya