Skema ini akan mencakup lebih dari satu miliar kemasan minuman yang digunakan setiap tahun.
Langkah ini memungkinkan untuk memulihkan lebih dari 16.000 ton material setiap tahunnya, yang berarti lebih sedikit sampah dikirim untuk pembakaran sehingga emisi gas rumah kaca (GRK) Singapura semakin rendah dan ekonomi sirkular membaik.
Skema ini bertujuan mendorong perubahan perilaku warga Singapura ke arah kebiasaan mendaur ulang sampah, dengan mengosongkan botol sebelum mengembalikannya, mengurangi pembuangan sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan ruang publik.
BCRS ini merupakan skema EPR kedua di Singapura setelah yang diperuntukkan untuk limbah elektronik.
Skema ini dikelola oleh Beverage Container Return Scheme Ltd (BCRS Ltd.), perusahaan nirlaba yang berlisensi dari Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency/NEA).
BCRS Ltd. didirikan industri dan diatur oleh dewan yang terdiri dari produsen besar dan kecil, serta bertanggung jawab atas pengumpulan sekaligus daur ulang kemasan minuman.
Dilansir dari dalam laman resmi BCRS, skema EPR yang dipimpin oleh produsen ini memungkinkan industri untuk merancang sistem yang hemat biaya dan efisien, seperti di Norwegia, Denmark, serta Lithuania.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya