Penulis
Suasana pabrik SEMB cukup sibuk. Setiap karyawan di dalamnya bekerja dengan tugasnya masing-masing.
Ada yang menguji motor untuk nantinya dipakai di mesin mixer berukuran besar, ada juga operator yang menjalankan tugas sesuai levelnya.
Ada pula yang mengawasi proses perakitan PCBA yang harus dilakukan tanpa sentuhan manusia. Apa pun aktivitasnya, semua tetap terhubung dengan sistem.
Sementara itu, alunan musik yang sedari tadi saya dengar berasal dari robot yang bergerak membawa beberapa barang ke titik tertentu. Robot tersebut bisa otomatis berhenti sementara bila terhalang manusia.
AI yang ada di SEMB dirancang sesuai tantangan kebutuhan operasional. Di bagian inspeksi kualitas produk, misalnya, Gen AI membantu mengidentifikasi dan mencegah masalah serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi.
Gen AI digunakan untuk mengolah data historis dari sistem yang sudah dikumpulkan untuk dijadikan sebagai pembelajaran (learning) sehingga tidak menjadi masalah yang berulang.
Dalam kesempatan terpisah, Kodrat sempat menyinggung sifat predictive prescriptive dan kaitannya dengan AI.
"Kalau prediksi berarti kita memprediksi masa depan, tapi begitu kita tahu ada apa-apa, ya kita harus still manual intervention (masih memerlukan intervensi manual)," ucap Kodrat.
Namun, dengan sifat prescriptive, AI sudah bisa membaca kebutuhan dan menyesuaikan secara otomatis.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya