Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkunjung ke Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam, Kolaborasi Manusia dan AI

Kompas.com, 28 Maret 2026, 09:14 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

BATAM, KOMPAS.com - Memasuki Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), Riau, seakan menapaki masa depan.

Di pabrik pintar yang berdiri tahun 1999 ini, AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) dan manusia bekerja sama untuk memudahkan proses produksi. Semua kegiatan termonitor sehingga bisa menjadi data untuk berbagai tujuan, termasuk keberlanjutan. 

Baca juga:

"Sebenarnya di tahun 2017 kita mulai melakukan transformasi digital menjadi smart factory. Sebenarnya memang really based on need (berdasarkan kebutuhan) karena proses sebelumnya itu sangat konvensional," kata Batam Cluster Plant Director, Schneider Electric Manufacturing Batam, Kodrat Sutarhadiyanto di SEMB, Selasa (24/2/2026).

Sebagai informasi, SEMB ditunjuk sebagai Indonesia National Lighthouse Industry 4.0 pertama oleh Kementerian Perindustrian. Artinya, implementasi transformasinya dinilai nyata, terukur, dan bisa jadi referensi bagi manufaktur lain di Indonesia.

Tak hanya itu, SEMB diakui sebagai Advanced 4th Industrial Revolution Lighthouse oleh World Economic Forum. Penghargaan ini diberikan ke pabrik yang menerapkan teknologi Industri 4.0 secara menyeluruh serta menghasilkan dampak bisnis dan keberlanjutan. 

Pengalaman ke pabrik pintar Schneider Electric di Batam

Pabrik pintar Schneider Electric berlokasi di kompleks Batamindo. Sebelum ke area pabrik, saya dan pengunjung lain memasuki ruangan Innovation Hub terlebih dulu.

Di ruangan ini, terdapat layar berisi instruksi keamanan dan presentasi, serta dinding yang dipadati aneka produk Schneider Electric. 

Di sisi kanan, ada jendela kaca yang membatasi kami dengan area pabrik. Dari ruangan tempat saya berdiri, terdengar suara mesin dan lantunan lagu saling bersautan dari area tersebut.

Demi keamanan selama berjalan di area pabrik, alas kaki saya diganti dengan sepatu bersol karet agar tidak menghantarkan listrik. Ada juga penutup mata khusus bagi pengunjung yang tidak berkacamata.

Kami lantas dihadapkan dengan empat monitor yang memperlihatkan aneka angka, grafik, dan gambar. Monitor tersebut secara garis besar menjelaskan mengapa pabrik ini disebut pabrik pintar.

Baca juga:

Efisiensi penggunaan energi

Salah satu sudut Innovation Hub di Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), Riau, pada Rabu (24/2/2026).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Salah satu sudut Innovation Hub di Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), Riau, pada Rabu (24/2/2026).

Untuk mengetahui apa saja yang harus ditingkatkan dari pabrik tersebut, diperlukan data yang memadai. Setelahnya, data dipantau untuk memperoleh informasi penggunaan energi yang signifikan (significant energy use). 

Jika sudah diketahui informasi significant energy use, langkah selanjutnya adalah pengambilan tindakan (action) yang disesuaikan dengan anggaran dari perusahaan untuk menentukan prioritas dan solusi. 

Sebagai contoh, pabrik tersebut menggunakan HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dengan konsumsi energi yang signifikan. Sebab, pendingin harus ada di setiap lantai di pabrik.

Maka dari itu, dikumpulkanlah data lewat pemasangan sensor, salah satunya untuk mengetahui dan memonitor kebutuhan temperatur dan kelembapan.

Dari situlah bisa dicari solusi yang bisa dilakukan. Misalnya, awalnya pabrik tersebut memerlukan chiller (pendingin) di tiap lantai, ternyata bisa dikurangi menjadi satu chiller untuk tiga lantai.

Kemudian, dipasang pula vertical blind (penutup jendela) guna mengurangi panas matahari masuk ke dalam ruangan. 

Adapun AI membantu membaca data-data yang ada, lalu membuat prediksi dan penyesuaian secara otomatis. 

Bekerja sama dengan AI sesuai kebutuhan

Kunjungan ke Schneider Electric Manufacturing Batam di Kota Batam, Riau, pada Selasa (24/2/2026). Di bagian belakang pengunjung adalah area pabrik. Dok. Schneider Electric Kunjungan ke Schneider Electric Manufacturing Batam di Kota Batam, Riau, pada Selasa (24/2/2026). Di bagian belakang pengunjung adalah area pabrik.

Suasana pabrik SEMB cukup sibuk. Setiap karyawan di dalamnya bekerja dengan tugasnya masing-masing.

Ada yang menguji motor untuk nantinya dipakai di mesin mixer berukuran besar, ada juga operator yang menjalankan tugas sesuai levelnya.

Ada pula yang mengawasi proses perakitan PCBA yang harus dilakukan tanpa sentuhan manusia. Apa pun aktivitasnya, semua tetap terhubung dengan sistem. 

Sementara itu, alunan musik yang sedari tadi saya dengar berasal dari robot yang bergerak membawa beberapa barang ke titik tertentu. Robot tersebut bisa otomatis berhenti sementara bila terhalang manusia.

AI yang ada di SEMB dirancang sesuai tantangan kebutuhan operasional. Di bagian inspeksi kualitas produk, misalnya, Gen AI membantu mengidentifikasi dan mencegah masalah serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi. 

Gen AI digunakan untuk mengolah data historis dari sistem yang sudah dikumpulkan untuk dijadikan sebagai pembelajaran (learning) sehingga tidak menjadi masalah yang berulang. 

Dalam kesempatan terpisah, Kodrat sempat menyinggung sifat predictive prescriptive dan kaitannya dengan AI.

"Kalau prediksi berarti kita memprediksi masa depan, tapi begitu kita tahu ada apa-apa, ya kita harus still manual intervention (masih memerlukan intervensi manual)," ucap Kodrat. 

Namun, dengan sifat prescriptive, AI sudah bisa membaca kebutuhan dan menyesuaikan secara otomatis. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Siswa SMAN 1 Kedamean Pantau Air dan Tanah lewat Sistem Hydrotech Ramah Lingkungan
Siswa SMAN 1 Kedamean Pantau Air dan Tanah lewat Sistem Hydrotech Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Efek 'Burnout' Manajer, Performa Karyawan Ikut Turun
Efek "Burnout" Manajer, Performa Karyawan Ikut Turun
Pemerintah
Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa
Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa
Pemerintah
Gelombang Panas Laut Tingkatkan Daya Rusak Badai hingga 60 Persen
Gelombang Panas Laut Tingkatkan Daya Rusak Badai hingga 60 Persen
Pemerintah
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Swasta
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Pemerintah
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
BUMN
'Sustainability' Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
"Sustainability" Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
Pemerintah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
LSM/Figur
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
Swasta
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Pemerintah
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
LSM/Figur
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau