Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNPB Catat Banjir dan Karhutla di Indonesia per Maret 2026

Kompas.com, 28 Maret 2026, 10:11 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia sejak Rabu (25/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu pukul 22.00 WIB.

Baca juga:

Wilayah yang terdampak, antara lain Kecamatan Ketanggungan, tepatnya di Desa Karangmalang, Desa Ketanggungan, Desa Cikeusal Lor, Desa Padasugihan, Desa Dukuhturi, dan Desa Buara.

"Sebanyak 568 rumah yang ditinggali oleh 568 kepala keluarga terdampak banjir, dengan 34 jiwa mengungsi di Desa Karangmalang, masing-masing di rumah warga dan fasilitas kesehatan setempat," kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

BNPB catat banjir dan karhutla di Indonesia

Drainase tak mampu tampung debit air

Banjir yang melanda Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah hingga Kamis (26/3/2026) semakin meluas dan berdampak pada arus lalu lintas. Banjir tercatat melanda beberapa wilayah termasuk Brebes, Maluku, serta Pasuruan. Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah di Riau. Kompas.com/ Tresno Setiadi Banjir yang melanda Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah hingga Kamis (26/3/2026) semakin meluas dan berdampak pada arus lalu lintas. Banjir tercatat melanda beberapa wilayah termasuk Brebes, Maluku, serta Pasuruan. Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah di Riau.

Bencana banjir dipicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air serta luapan Sungai Babakan. Air lantas melimpas ke permukiman warga.

Menurut Abdul, ketinggian muka air dilaporkan mencapai 20 sentimeter hingga satu meter yang mengakibatkan jalan utama terendam sehingga mobilitas masyarakat terganggu dan akses jalan menuju Desa Buara terputus.

Tercatat pula kerugian berupa 13 ekor kambing hanyut terbawa arus banjir.

Banjir turut melanda Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada hari yang sama. Muhari menyebut, 541 jiwa dan 177 unit rumah terdampak bencana tersebut.

"Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 08.00 WIT hingga 12.30 WIT. Banjir diperparah oleh jebolnya tanggul darurat di Dusun Air Pessy, Desa Piru, akibat robohnya pohon yang menghambat aliran sungai," jelas dia.

Selain itu, luapan air dari Telaga Namaola turut merendam permukiman warga di sekitar wilayah tersebut. Petugas pun berjibaku menangani banjir.

Baca juga:

Banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berdampak pada 6.851 rumah yang ditinggali oleh 6.851 kepala keluarga atau sebanyak 21.553 jiwa. Menurut BNPB, wilayah terdampak mencakup sejumlah desa di beberapa kecamatan.

Kondisi mutakhir menunjukkan sebagian besar wilayah telah berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan lingkungan.

"Banjir di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, juga merupakan pengkinian data per Rabu dengan dampak 146 rumah yang dihuni oleh 175 kepala keluarga atau sebanyak 300 jiwa. Dari jumlah tersebut, 275 jiwa masih mengungsi," tutur Abdul.

Banjir tercatat melanda beberapa wilayah termasuk Brebes, Maluku, serta Pasuruan. Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah di Riau. KOMPAS.COM/Dok. Polres Dumai. Banjir tercatat melanda beberapa wilayah termasuk Brebes, Maluku, serta Pasuruan. Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah di Riau.

Di samping itu, karhutla melanda Riau dengan total luasan terbakar sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 2.713 hektar.

Pada periode pelaporan, terdapat penambahan luas kebakaran di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Status siaga darurat telah ditetapkan sejak Kamis (13/2/2026) hingga Minggu (30/11/2026). Abdul memastikan, upaya penanganan terus dilakukan melalui pemadaman darat dan udara serta peningkatan patroli di wilayah rawan.

"BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemadaman kebakaran dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak," ucap Abdul. 

BNPB pin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Pemerintah
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Pemerintah
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Pemerintah
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
BUMN
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Pemerintah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya  Ada yang Salah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya Ada yang Salah
Pemerintah
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
BUMN
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
BrandzView
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Pemerintah
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Pemerintah
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
Swasta
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
LSM/Figur
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin 'Sapu Teknologi'
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin "Sapu Teknologi"
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau