Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam

Kompas.com, 8 April 2026, 16:45 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Siswa SMAN 1 Blora memenangkan penghargaan sebagai The Most Sustainable Idea pada kategori Waste Management ASRI Awards 2025 yang digelar Kompas Gramedia.

Mereka ialah WarasClub dari SMAN 1 Blora yang berinisiatif mengubah tongkol atau bonggol jagung pengganti styrofoam.

Ide awalnya berasal dari keprihatinan karena sampah bonggol jagung yang bercecer ke jalanan usai musim panen. Sebagian bahkan dibakar begitu saja, menyisakan asap tipis yang secara perlahan mengganggu kualitas udara.

Salah satu anggota tim Warasclub, Sayekti Bekti Widyaningrum bahkan sempat melintas salah satu desa dan hampir terpeleset karena menginjak sampah bonggol jagung. Dari kejadian tersebut ia berpikir, bagaimana caranya agar limbah sebanyak ini bisa dimanfaatkan jadi sesuatu yang lebih berguna.

Baca juga: Studi Ungkap 70 Persen Area Konservasi Laut Terkontaminasi Limbah Cair

“Waktu itu saya langsung kepikiran, barang apa ya yang bisa dibuat dari tongkol jagung sebanyak ini,” ujar salah satu anggota tim dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Mereka kemudian menemukan ide untuk membuat biofoam, kemasan makanan ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami.

Tim Warasclub yang terdiri dari Adge Getze, Anisa Aulia Rahmawati, El Mira Bening Anindita, dan Sayekti ini kemudian melihat bahwa persoalan di Blora bukan hanya soal limbah pertanian, tetapi juga kebiasaan penggunaan styrofoam di warung dan acara sekolah.

Dari dua masalah itulah lahir proyek Biofoam Tongkol Jagung, alternatif pengganti styrofoam berbahan serat tongkol jagung yang dicampur pati singkong.

Dalam proses pengembangan biofoam, para siswa mencoba beberapa komposisi untuk mendapatkan tekstur yang cukup kuat namun tetap mudah terurai. Percobaan awal memang belum berhasil karena ada biofoam yang terlalu rapuh dan ada pula yang belum tahan terhadap cairan.

Lambat laun, tim berhasil menciptakan biofoam yang diinginkan. Limbah bonggol jagung yang dulu dianggap tidak bernilai, kini mulai dipahami sebagai bahan baku potensial.

Baca juga: PSEL Akan Dibangun di Makassar, Ubah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

“Kami terus jalan karena merasa sayang kalau ide ini berhenti di tengah. Biofoam ini mungkin kecil, tapi bisa jadi langkah awal mengurangi plastik sekali pakai,” kata mereka.

Dalam rangkaian kompetisi ASRI Awards, tim mendapat masukan teknis untuk menyempurnakan produk sekaligus memperkuat rencana pemanfaatan di lingkungan sekolah. Dukungan dari sekolah memang menjadi faktor penting untuk menjaga semangat tim.

Karenanya, mereka berharap ke depannya ada fasilitas dan ruang yang lebih luas untuk menguji produk ini secara nyata, jadi bukan lagi sebatas prototipe.

Tim WarasClub juga membayangkan biofoam buatan mereka bisa benar-benar digunakan di kantin sekolah sebagai bagian dari gerakan Adiwiyata dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh siswa dan guru untuk menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
LSM/Figur
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
Swasta
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Pemerintah
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
LSM/Figur
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau