Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen

Kompas.com, 13 April 2026, 16:00 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

Untuk mencapai target besar ini, dibutuhkan investasi modal sekitar 183,41 miliar dolar AS atau Rp3.134,2 triliun.

Hasil ekonomi dari investasi ini diperkirakan akan sangat besar.

Sektor baja saat ini mempekerjakan 2,8 juta orang dan menyumbang sekitar 2,5 persen terhadap ekonomi India yang nilainya hampir mencapai 4 triliun dolar AS atau sekitar Rp 68.356 triliun.

Baca juga: Emisi Listrik China dan India Turun, Pertama Kalinya dalam 52 Tahun

Ekspansi di bawah kebijakan baru ini diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja baru dalam sepuluh tahun ke depan.

Di saat yang sama, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada impor batu bara kokas, dengan target penurunan dari 90 persen menjadi 80 persen pada tahun 2035–2036. Langkah ini dilakukan untuk menghemat biaya sekaligus menjaga keamanan negara dari risiko geopolitik.

Strategi India ini menunjukkan tantangan yang makin umum terjadi yakni meningkatkan hasil industri sambil mengurangi polusi.

Kebijakan tersebut menandakan bahwa strategi industri nasional kini makin sejalan dengan aturan iklim global. Hal ini juga mempertegas pentingnya mengalokasikan investasi untuk teknologi yang lebih bersih, pembangunan infrastruktur, dan keberagaman rantai pasok.

Sektor baja India kini berada di tengah-tengah persilangan antara kebijakan dagang, keamanan energi, dan risiko iklim. Keputusan yang diambil dalam sepuluh tahun ke depan akan memengaruhi pertumbuhan dalam negeri serta daya saing India di pasar global, di mana tingkat polusi kini menjadi tolok ukur utama.

Seiring negara-negara besar memperketat standar emisi dan menerapkan pajak karbon, kemampuan India untuk menjalankan transisi ini akan menentukan posisinya dalam manufaktur dunia dan kredibilitasnya dalam janji iklim internasional.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau