KOMPAS.com – Lingkungan kantor PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kini tampak berbeda. Setiap Jumat, tak ada lagi deru mesin kendaraan berbahan bakar fosil yang memadati area parkir.
Melalui gerakan Clean Energy Day, puluhan ribu insan PLN di seluruh Indonesia mulai menerapkan budaya kerja baru, yakni meninggalkan kendaraan fosil dan beralih ke gaya hidup hijau.
Gerakan itu merupakan langkah strategis PLN dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi konsumsi energi fosil dan emisi karbon.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Yusuf Didi Setiarto menjelaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan transformasi paradigma dan perilaku kolektif yang melibatkan lebih dari 37.158 pegawai PLN.
“Sebagai komitmen menjalankan arahan pemerintah, kami menghadirkan Clean Energy Day sebagai langkah transformasi budaya kerja yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Bukan 4.655 Unit, Manager PLN UP3 Lhokseumawe Sebut Tersisa 547 Huntara Proses Pemasangan Listrik
Dengan semangat gotong royong, Didi mengatakan, PLN optimistis langkah tersebut akan memberikan dampak nyata dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional serta mereduksi emisi karbon secara signifikan.
Clean Energy Day diterapkan melalui kebijakan pembatasan parkir kendaraan berbahan bakar fosil di seluruh kantor PLN setiap hari Jumat.
Seluruh pegawai didorong menggunakan moda transportasi umum, seperti kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), atau bus rapid transit (BRT), kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bersepeda, hingga berjalan kaki.
Selain sektor transportasi, Clean Energy Day juga menyasar efisiensi operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PLN menekan perjalanan dinas hingga 50–70 persen dan mengoptimalkan rapat koordinasi secara daring.
Untuk memastikan keberhasilan program, PLN mengintegrasikan Clean Energy Day ke dalam aplikasi internal yang telah dikembangkan perusahaan.
Baca juga: Listrik Huntara Aceh Utara Belum Terpasang, PLN: Material Masih Dikirim dari Jakarta
Melalui sistem tersebut, pegawai dapat mencatat aktivitas perjalanan harian secara otomatis.
Data tersebut akan dipantau secara real-time dan menjadi dasar manajemen dalam memberikan apresiasi bagi pegawai maupun unit kerja yang paling aktif berpartisipasi.
Pada pelaksanaan perdana Clean Energy Day pada Jumat (10/4/2026), insan PLN berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 28.600 kilogram (kg) karbondioksida (CO2) atau rata-rata 2,9 kg CO2 per pegawai.
Inisiatif ini juga mencatat penghematan konsumsi BBM sekitar 12.400 liter dengan efisiensi biaya energi setara kurang lebih Rp 153 juta dalam satu hari.
Didi mengatakan, Clean Energy Day merupakan gerakan PLN untuk masa depan, yakni cara baru yang menjawab kebutuhan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas.
“Kami ingin membuktikan bahwa bekerja dengan cara yang lebih hijau adalah sebuah kebanggaan dan menjadi standar baru di PLN,” jelasnya.
Baca juga: PLN Bakal Rampungkan 13 Proyek Pembangkit EBT Berkapasitas 700 MW
Adapun gerakan Clean Energy Day merupakan pengejawantahan arahan pemerintah untuk mengoptimalkan penghematan energi fosil di tengah tantangan geopolitik global, sekaligus memperkuat komitmen korporasi dalam memimpin transisi energi di Tanah Air.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya