KOMPAS.com - Krisis iklim yang dipicu aktivitas manusia menyebabkan durasi kebakaran hutan di Amerika Utara semakin panjang, bahkan kini api tetap menyala hingga malam hari.
Dikutip dari Phys, Senin (20/4/2026), kondisi ini berbeda dibandingkan sebelumnya, ketika kebakaran hutan cenderung melemah atau padam pada malam hari akibat turunnya suhu dan meningkatnya kelembapan.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa jumlah jam dengan kondisi cuaca yang mendukung kebakaran hutan meningkat 36 persen dibandingkan 50 tahun lalu.
Baca juga: Waspada, Ancaman Kebakaran Hutan di Indonesia Lebih Berat Saat Musim Kemarau 2026
Penelitian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan durasi kondisi rawan kebakaran di berbagai wilayah Amerika Utara.
Di California, waktu yang mendukung kebakaran meningkat hingga 550 jam dibandingkan pertengahan 1970-an. Sementara itu, wilayah barat daya seperti New Mexico dan Arizona mengalami lonjakan hingga 2.000 jam per tahun.
Kenaikan ini merujuk pada periode waktu ketika kondisi cuaca mendukung kebakaran, bukan berarti kebakaran terjadi sepanjang waktu.
Selain itu, jumlah hari dengan cuaca rawan kebakaran juga meningkat 44 persen, atau bertambah sekitar 26 hari dalam lima dekade terakhir.
Salah satu dampak utama dari perubahan ini adalah meningkatnya intensitas kebakaran pada malam hari, yang justru lebih sulit ditangani.
“Kebakaran biasanya melambat di malam hari, atau bahkan berhenti sama sekali,” ujar Xianli Wang, ilmuwan kebakaran dari Dinas Kehutanan Kanada.
Namun, dalam kondisi ekstrem, api kini dapat terus membakar sepanjang malam dan kembali membesar keesokan harinya.
Fenomena ini terlihat dalam sejumlah kejadian kebakaran besar, seperti kebakaran Lahaina di Hawaii pada 2023, kebakaran Jasper di Alberta pada 2024, hingga kebakaran di Los Angeles pada 2025.
Ilmuwan kebakaran dari University of California Merced, John Abatzoglou, menyebut malam hari kini tidak lagi menjadi periode jeda alami bagi kebakaran hutan.
Baca juga: Dampak Kebakaran Hutan Tak Hilang Meski Api Padam, Erosi Tanah Terus Terjadi
“Malam hari tidak seperti dulu lagi. Tidak ada jeda yang dapat diandalkan untuk kebakaran hutan,” ujarnya.
Menurut dia, suhu malam yang lebih hangat dan kondisi yang semakin kering membuat api tetap aktif bahkan setelah matahari terbenam.
Para peneliti menilai, peningkatan suhu malam hari menjadi faktor utama yang memperpanjang durasi kebakaran.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya