Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) membangun instalasi pengolahan air (IPA) atau water treatment plant (WTP) di Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulan, Halmahera Tengah, Maluku Utara, guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Pembangunan fasilitas air bersih tersebut ditandai dengan dimulainya pemasangan jaringan pipa distribusi pada 23 April 2026. WTP Lelilef dilengkapi dua reservoir dengan kapasitas total 5.200 meter kubik per hari serta tiga unit instalasi pengolahan air di masing-masing reservoir dengan kapasitas 210 meter kubik per unit.
General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP, Iwan Kurniawan, mengatakan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Baca juga: Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
“Akses terhadap air bersih sering dianggap sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat,” ujar Iwan dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola fasilitas air bersih tersebut.
Ia menyebut pengelolaan air bersih perlu dilakukan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat desa sekitar.
Camat Weda Tengah, Antonius, mengatakan pembangunan jaringan air bersih menjadi harapan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air layak konsumsi.
Ia mengimbau masyarakat mendukung proses pembangunan dan menjaga kondusivitas selama proyek berlangsung agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan warga.
Sementara itu, Kepala Desa Lelilef Waibulan, Faisal Djamil, menilai fasilitas air bersih perlu dijaga sebagai aset jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Sebagai bagian dari proyek tersebut, IWIP, WBN, serta pemerintah desa setempat juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan dan keberlanjutan instalasi air bersih.
Baca juga: Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan simbolisasi peletakan pipa pertama pembangunan jaringan distribusi air bersih di wilayah tersebut.
Program penyediaan air bersih ini disebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan mengenai akses air bersih dan sanitasi layak serta kehidupan sehat dan sejahtera.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya