Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Kelola Rantai Pasok Energi Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri

Kompas.com, 1 Juli 2026, 15:13 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pembahasan mengenai keberlanjutan di sektor energi tidak hanya berkaitan dengan transisi menuju energi rendah karbon.

Tak dapat dimungkiri, batu bara masih menjadi sumber energi primer nasional. Untuk itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan rantai pasok serta meminimalkan risiko operasional.

Rantai pasok energi melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pengangkutan komoditas, aktivitas di pelabuhan, hingga distribusi ke pembangkit listrik.

Gangguan pada salah satu titik berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan, meningkatkan biaya operasional, dan berdampak pada sektor industri yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Direktur PT Oktasan Baruna Persada Tomi Hadi mengatakan, pengelolaan logistik energi membutuhkan sistem tata kelola yang kuat karena setiap proses memiliki konsekuensi terhadap kelangsungan operasional sektor hilir.

"Dalam logistik energi, keterlambatan di satu titik dapat berdampak pada tahapan pengiriman berikutnya. Oleh karena itu, pengelolaan rantai pasok harus dilakukan secara presisi, mulai dari perencanaan, kesiapan armada, pemantauan perjalanan, hingga kepatuhan terhadap prosedur di titik muat dan bongkar," ujar Tomi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: IKN Nusantara Terapkan Konsep Smart Governance, Apa Artinya?

PT Oktasan Baruna Persada sendiri mendukung pengelolaan rantai pasok energi melalui penguatan operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Tomi melanjutkan, tantangan distribusi batu bara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengangkut komoditas, tetapi juga memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana agar tidak memicu gangguan berantai (bullwhip effect) pada pembangkit listrik ataupun pengguna energi.

Dalam manajemen rantai pasok, bullwhip effect merupakan kondisi ketika gangguan kecil di sisi hulu memicu dampak yang lebih besar di bagian hilir, seperti terganggunya jadwal pasokan, penurunan ketersediaan stok, dan penyesuaian operasional yang meningkatkan biaya.

Tata kelola menjadi bagian praktik ESG

Di tengah kompleksitas tersebut, aspek tata kelola dinilai semakin penting sebagai bagian dari implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Penerapan GCG dinilai dapat memperkuat pengelolaan risiko melalui proses bisnis yang transparan, kepatuhan terhadap regulasi, serta mekanisme pengawasan yang lebih akuntabel.

Baca juga: Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan

Tomi mengatakan, perusahaan logistik energi perlu memiliki standar operasional yang jelas, sistem pemantauan yang memadai, serta sumber daya manusia yang memahami berbagai risiko di lapangan.

"Teknologi memang membantu proses pengawasan, tetapi eksekusi tetap bergantung pada disiplin dan kualitas manusia di setiap tahapan," ujarnya.

Menurut dia, kemampuan menjaga ketepatan distribusi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas armada, tetapi juga koordinasi antarpemangku kepentingan, disiplin perencanaan, dan kepatuhan terhadap prosedur di setiap titik distribusi.

Oleh sebab itu, penguatan manajemen risiko perlu berjalan seiring dengan penerapan tata kelola yang transparan agar seluruh proses distribusi dapat dipantau, dikendalikan, dan dipertanggungjawabkan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tata Kelola Rantai Pasok Energi Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri
Tata Kelola Rantai Pasok Energi Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri
Swasta
Malaysia Andalkan Waste-to-Energy untuk Kurangi Sampah dan Hasilkan Listrik
Malaysia Andalkan Waste-to-Energy untuk Kurangi Sampah dan Hasilkan Listrik
Pemerintah
Kolaborasi 'Pendidikan Bilingual untuk Tuli', Menjadikan Bahasa Isyarat Hak Dasar Pendidikan Inklusi
Kolaborasi "Pendidikan Bilingual untuk Tuli", Menjadikan Bahasa Isyarat Hak Dasar Pendidikan Inklusi
LSM/Figur
NU dan Jihad Menjaga Lingkungan
NU dan Jihad Menjaga Lingkungan
Pemerintah
Bumi yang Lebih Panas, El Nino yang Lebih Mahal
Bumi yang Lebih Panas, El Nino yang Lebih Mahal
Pemerintah
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
LSM/Figur
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Pemerintah
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
LSM/Figur
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
Pemerintah
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Pemerintah
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Pemerintah
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
Percepatan PLTS Atap Diklaim Bisa Perkuat Ketahanan Listrik Nasional
LSM/Figur
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Studi Sebut Paparan Mikroplastik Bisa Perparah Kondisi Fatty Liver
Pemerintah
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Ancaman Baru Ketahanan Pangan: Petani Minim Regenerasi
Pemerintah
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Sempat Turun, PLTU di China Kembali Bangkit pada 2026
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau