Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Swasta untuk Kelestarian Alam Naik Lima Kali Lipat dalam 10 Tahun

Kompas.com, 25 Juni 2026, 17:12 WIB
Monika Novena,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Laporan terbaru dari lembaga The Nature Conservancy dan Forest Trends mengungkapkan investasi tahunan dari perusahaan swasta untuk menjaga alam telah melonjak dari 2,8 miliar dolar AS menjadi lebih dari 14 miliar dolar AS dalam 10 tahun terakhir.

Sektor pertanian menjadi bidang yang paling banyak menarik kucuran dana baru-baru ini.

Melansir Edie, Selasa (23/6/2026) analisis tersebut mencatat bahwa sepanjang tahun 2016 hingga 2025, modal swasta yang disalurkan untuk proyek-proyek pelestarian alam di seluruh dunia sudah menembus angka lebih dari 60 miliar dolar AS.

Perkiraan data ini didasarkan pada 1.731 transaksi bisnis yang terjadi selama periode tersebut, serta hasil survei terhadap 70 lembaga keuangan besar yang total nilai kekayaan gabungannya mencapai lebih dari 207 triliun dolar AS.

Selain itu, dana segar sebesar lebih dari 180 miliar dolar AS dilaporkan sudah direncanakan untuk digelontorkan pada tahun-tahun mendatang.

“Jumlah modal yang tercatat dalam temuan ini sangatlah besar. Namun, yang tidak kalah penting adalah jenis investor yang sekarang mulai masuk ke bidang ini,” kata Michael Jenkins, CEO Forest Trends.

“Kita melihat kehadiran yang makin kuat dari lembaga-lembaga keuangan besar. Mereka sadar bahwa merawat alam dan mendatangkan keuntungan finansial ternyata bisa berjalan beriringan. Sepuluh tahun yang lalu, bisnis seperti ini masih dianggap sebagai bidang kecil yang jarang diminati," terangnya.

Baca juga: Anggaran Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Ini Risetnya

Hari ini, sudah jauh lebih banyak jenis kegiatan pelestarian alam yang dinilai menjanjikan dan mampu menarik modal secara terus-menerus. Ke depannya, arah bisnis ini akan membawa isu alam masuk sepenuhnya ke dalam arus utama dunia keuangan. Hal ini mencerminkan betapa pentingnya alam demi menjaga ekonomi global tetap tahan banting.

Tren investasi ramah lingkungan

Sejak awal abad ke-21, jenis-jenis proyek alam yang berhasil mendapatkan suntikan dana modal sudah makin beragam. Dari tahun 2004 hingga 2015, pasar investasi ini didominasi oleh proyek pertanian ramah lingkungan, pengolahan hutan berkelanjutan, serta pemulihan dan pelestarian ekosistem alam.

Selama 10 tahun terakhir, teknologi pendukung perdagangan dan solusi iklim berbasis alam juga mulai menarik banyak perhatian investor.

Meskipun demikian, proyek pertanian ramah lingkungan tetap menjadi bidang yang menyedot modal paling besar. Sektor ini berhasil menarik dana sebesar 32,8 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara itu, sektor pengolahan hutan berkelanjutan juga terus mendapatkan investasi yang stabil selama beberapa dekade terakhir.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa hal ini terjadi karena sektor kehutanan dan pertanian adalah jenis bisnis yang sudah sangat dikenal oleh para investor. Selain itu, kedua sektor ini bisa menjadi pelindung modal mereka dari risiko naik-turunnya kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu.

Para penulis laporan juga mencatat bahwa lonjakan dana untuk pertanian ramah lingkungan didorong oleh makin ketatnya syarat lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang diminta oleh perusahaan-perusahaan besar pembeli hasil tani.

Faktor pendorong lainnya adalah adanya kebutuhan yang mendesak untuk membangun rantai pasokan yang lebih kuat dan sistem pangan yang lebih tahan banting terhadap perubahan cuaca.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Investasi Swasta untuk Kelestarian Alam Naik Lima Kali Lipat dalam 10 Tahun
Investasi Swasta untuk Kelestarian Alam Naik Lima Kali Lipat dalam 10 Tahun
Pemerintah
Atasi Dampak Buruk Pusat Data, Kota-kota di Dunia Sepakati Perjanjian Global
Atasi Dampak Buruk Pusat Data, Kota-kota di Dunia Sepakati Perjanjian Global
Pemerintah
Pemadaman Listrik Berulang di Sumatera, IESR Waspadai Risiko El Nino
Pemadaman Listrik Berulang di Sumatera, IESR Waspadai Risiko El Nino
LSM/Figur
Inisiatif Bupati Morowali Hadapi Tantangan Industri Nikel
Inisiatif Bupati Morowali Hadapi Tantangan Industri Nikel
Pemerintah
Anggaran Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Ini Risetnya
Anggaran Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Ini Risetnya
Pemerintah
Kemhut Revisi Aturan, Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan Bakal Diperkuat
Kemhut Revisi Aturan, Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan Bakal Diperkuat
Pemerintah
Sektor ESG dan Ekosistem Karbon Jadi Magnet Baru Investasi Strategis
Sektor ESG dan Ekosistem Karbon Jadi Magnet Baru Investasi Strategis
Swasta
Tak Lagi Bebas Flu Burung H5, Australia Kini Darurat Satwa Liar
Tak Lagi Bebas Flu Burung H5, Australia Kini Darurat Satwa Liar
Pemerintah
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau