Bagi masyarakat bahari, kehilangan laut berarti kehilangan ruang hidup, sumber pangan, identitas budaya, dan masa depan generasi berikutnya.
"Tidak ada masa depan bagi negara kepulauan apabila lautnya terus ditambang, ditimbun, dan diprivatisasi. Laut bukan ruang kosong yang dapat dibagi-bagikan kepada industri. Laut adalah ruang hidup jutaan nelayan, perempuan pesisir, masyarakat adat, serta generasi mendatang," ucapnya.
Pada Hari Laut Sedunia 2026, KIARA mengajak seluruh masyarakat membayangkan Indonesia tanpa pertambangan pasir laut dan reklamasi yang merampas ruang hidup rakyat.
Pada Hari Laut Sedunia 2026, KIARA juga mengajak seluruh masyarakat membayangkan Indonesia tanpa kebijakan yang mengorbankan laut demi kepentingan ekonomi segelintir pihak.
"Jika pemerintah sungguh ingin membayangkan masa depan laut yang lebih baik, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan perusakan yang sedang direncanakannya sendiri," ujar Susan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya