KOMPAS.com - Tim Mercedes-AMG PETRONAS F1 telah menerbitkan Rencana Aksi Transisi Iklim pertamanya.
Rencana tersebut menjelaskan bagaimana mereka berkomitmen untuk mencapai bebas emisi gas rumah kaca (net-zero) di semua lini operasional mereka pada tahun 2040.
Rencana tersebut mengikuti panduan bernama "4 A's of Climate Leadership" yang dibuat oleh organisasi We Mean Business Coalition.
Panduan tersebut berfokus pada empat hal yakni ambisi, tindakan nyata, kampanye lingkungan, dan tanggung jawab.
Melansir Edie, Rabu (1/7/2026) panduan ini kemudian mewajibkan tim Mercedes untuk membuat target pengurangan polusi yang sejalan dengan upaya dunia menahan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celsius.
Secara keseluruhan, Mercedes menargetkan untuk memotong polusi karbon di seluruh rantai bisnisnya sebesar 42 persen pada tahun 2030 jika dibandingkan dengan tingkat polusi tahun 2022.
Baca juga: Formula 1 Kejar Target Ramah Lingkungan
Setelah itu, mereka ingin mencapai bebas emisi total pada tahun 2040 dengan cara memotong 90 persen polusi langsung dan membereskan sisa 10 persen polusi dengan penyerapan karbon.
Tim Mercedes melaporkan adanya penurunan total polusi sebesar 15 persen pada tahun 2025 kemarin dibandingkan dengan tahun 2024. Meskipun begitu, angka polusi mereka secara umum masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2022 karena polusi mereka sempat melonjak pada tahun 2023 dan 2024.
Mercedes menjelaskan bahwa lonjakan tersebut disebabkan oleh makin banyaknya jumlah balapan dalam kalender Formula 1 serta polusi yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan pemasok komponen mereka.
Mereka juga melaporkan bahwa total polusi dari penggunaan energi seperti listrik dan bahan bakar, termasuk setelah dihitung dengan penggunaan bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF), masih mengalami kenaikan sebesar 1 persen tahun lalu jika dibandingkan dengan tahun 2022.
Tim Mercedes membuat target baru untuk memotong polusi dari perusahaan pemasok dan penggunaan produk oleh konsumen sebesar 26 persen pada tahun 2030.
Polusi ini meliputi barang dan jasa yang dibeli tim, penggunaan bahan bakar oleh tim pelanggan yang membeli mesin mereka, hingga pengelolaan sampah dari produk toko online mereka yang sudah tidak terpakai.
Rencana transisi ini menunjukkan bahwa polusi dari perusahaan pemasok adalah penyumbang terbesar, yaitu sebesar 70 persen dari total polusi perusahaan.
Sementara itu, perjalanan dinas menyumbang 14 persen, dan urusan pengiriman barang menyumbang 10 persen. Sumber polusi lainnya masing-masing menyumbang kurang dari 5 persen.
Untuk mengurangi polusi dari pengiriman barang, Mercedes berencana memperluas strategi penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Mereka akan menggunakan bahan bakar nabati yang rendah polusi untuk truk dan mesin generator mereka.
Tim menyatakan bahwa cara ini sudah berhasil diterapkan di 99 persen acara balapan di Eropa. Selain itu, mereka akan terus berinvestasi membeli sertifikat bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAFc) untuk penerbangan mereka.
Tim Mercedes juga berencana untuk membuat pengiriman barang menjadi lebih efisien, memperbanyak penggunaan angkutan laut dan kereta api jika memungkinkan, serta membuat program hospitality yang lebih ramah lingkungan dengan fokus pada pengurangan polusi dari makanan dan pengelolaan sampah.
Untuk perjalanan dinas, strateginya adalah dengan terus SAFc, mengurangi perjalanan jauh yang tidak terlalu penting, serta membatasi waktu menginap di hotel yang terlalu lama.
Guna mengatasi polusi dari perusahaan pemasok, Mercedes berencana bekerja sama dengan para pemasok mereka untuk meningkatkan pemahaman tentang iklim, mencari peluang inovasi baru, serta mendukung jalannya proyek-proyek pengurangan polusi.
Mereka juga akan membuat sistem untuk mengukur hasil dari perbaikan yang dilakukan oleh para pemasok, serta menerapkan standar aturan baku yang wajib dipenuhi oleh semua pemasok melalui aturan baru bernama Pedoman Perilaku Pemasok (Supplier Code of Conduct).
Baca juga: Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Laporan tersebut menekankan bahwa pusat industri balap motor di Inggris punya potensi besar untuk membantu negara tersebut beralih menuju bebas emisi.
Tim Mercedes menyatakan akan terus bekerja sama dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA), manajemen Formula 1, serta organisasi industri lainnya untuk mengampanyekan gerakan peduli iklim di seluruh dunia balap.
Tanggung jawab untuk menjalankan strategi iklim ini berada di tangan Komite Manajemen tim, yang dibantu oleh Komite Tata Kelola, Kelompok Kerja Lingkungan, dan Kelompok Kerja Sosial.
Kelompok-kelompok ini bertugas mengawasi risiko serta peluang di bidangnya masing-masing, lalu melaporkannya kepada Komite Manajemen, yang kemudian akan memberikan laporan perkembangan terbaru kepada Dewan Direksi perusahaan.
Tim Mercedes menyatakan bahwa semua data polusi mereka dihitung menggunakan aturan standar dunia bernama Greenhouse Gas Protocol (Protokol Gas Rumah Kaca).
Aturan ini sedang diperbaiki saat ini dan akan diperbarui pada awal tahun 2027. Mercedes juga rutin menerbitkan laporan kinerja lingkungan tahunan yang berisi data penggunaan energi dan polusi karbon mereka sesuai dengan aturan resmi di Inggris.
Selain itu, Mercedes telah menyelesaikan penilaian dampak lingkungan dua arah (double materiality assessment) pada tahun 2024 lalu, dan mereka berencana untuk menerbitkan laporan perkembangannya pada tahun ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya