KOMPAS.com - Amazon mengumumkan kesepakatan jangka panjang untuk membeli hampir 2 juta ton kredit penyerapan karbon dari proyek pemulihan alam di Afrika Selatan.
Investasi dari perusahaan raksasa ini akan membantu perluasan salah satu proyek penyerapan karbon terbesar di dunia.
Melansir ESG Today, Kamis (2/7/2026) melalui proyek ini, sebanyak 180 juta semak tanaman spekboom akan ditanam dan dibudidayakan di lahan rusak seluas lebih dari 50.000 hektar.
Tanaman spekboom ini sangat terkenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap karbon dan memulihkan ekosistem yang rusak.
Baca juga: Targetkan Nol Emisi Karbon, Mercedes F1 Umumkan Rencana Transisi hingga 2040
Selain berdampak baik bagi lingkungan dan penyerapan karbon, proyek ini diperkirakan akan memberikan manfaat sosial yang besar bagi warga setempat.
Proyek ini akan menciptakan 11.000 lapangan kerja baru serta mengalirkan dana lebih dari 500 juta dolar AS ke masyarakat sekitar melalui pembayaran upah kerja, belanja kebutuhan proyek, sewa lahan kepada pemilik tanah, dan investasi komunitas.
Menurut Amazon, spekboom merupakan sejenis tanaman sukulen asli daerah tersebut yang terbukti mampu menyerap karbon dari udara dengan kecepatan yang sama hebatnya dengan hutan tropis muda.
Selain itu, tanaman ini juga membantu mengubah kondisi lahan di sekitarnya dengan mengembalikan kelembapan dan menyehatkan tanah, sehingga alam bisa pulih kembali secara alami.
Dalam kesepakatan baru ini, Amazon berkomitmen untuk membeli 1,95 juta ton kredit penyerapan karbon yang dihasilkan oleh proyek tersebut selama lebih dari sepuluh tahun ke depan.
Amazon menjelaskan bahwa berkat investasi ini, proyek tersebut akan diperluas dari yang saat ini baru menanam 30 juta tanaman di lahan seluas 10,000 hektar, akan ditambah lagi seluas 50.000 hektar dengan target menanam 180 juta tanaman hingga akhir tahun 2028.
Amazon menambahkan bahwa komitmen mereka juga membantu Bank Dunia meluncurkan obligasi khusus bernama Spekboom Outcome Bond. Komitmen dari Amazon ini memberikan rasa aman bagi para investor karena mereka tahu sudah ada pembeli pasti untuk kredit karbon yang akan dihasilkan oleh proyek tersebut di masa depan.
Baca juga: Indonesia Perkuat Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Amazon menjelaskan bahwa kredit karbon ini nantinya bisa dibeli oleh perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat melalui layanan khusus milik Amazon.
Layanan yang diluncurkan pada tahun 2025 dan telah diperluas awal tahun ini bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan Amazon agar bisa mengakses kredit karbon berkualitas tinggi demi menebus polusi mereka.
"Proyek ini akan memulihkan ekosistem dan menciptakan lapangan kerja, sebuah contoh nyata bagaimana solusi berbasis alam bisa mengatasi perubahan iklim sekaligus menggerakkan ekonomi secara bersamaan,” kata Kara Hurst, Kepala Bagian Keberlanjutan Lingkungan Amazon.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya