Wolfgang Kießling, ketua tim analisis lingkungan purba di FAU, menganggap sejarah masa lalu yang sangat kuno ini sebagai gambaran nyata tentang apa yang akan terjadi pada lautan kita yang semakin memanas saat ini.
"Semakin tinggi kenaikan suhu bumi, maka akan semakin terlihat jelas pula penyusutan ukuran tubuh hewan laut," kata Kießling.
Tanda-tanda masa depan yang buruk itu sudah mulai terlihat saat ini.
Sebuah penelitian terhadap ribuan survei ikan terumbu karang di sekitar Australia menemukan bahwa rata-rata panjang tubuh ikan berkurang sekitar lima persen setiap kali suhu air memanas sebesar 1,1 derajat C.
Ukuran tubuh hewan sangat menentukan seberapa banyak ia makan, berapa banyak anak yang bisa dilahirkannya, serta seberapa banyak daging yang bisa ia berikan kepada hewan pemangsa yang memakannya.
Oleh karena itu, penurunan ukuran tubuh hewan laut secara massal ini akan berdampak buruk dan meluas ke seluruh rantai makanan di lautan.
Hasil tangkapan ikan yang semakin mengecil juga akan mengurangi pasokan protein yang biasa didapatkan oleh masyarakat pesisir dan industri perikanan dari laut.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya