Namun, menurut Meredith, praktik tersebut belum diterapkan secara luas, terutama di wilayah selatan Spanyol dan Italia. Salah satu kendalanya ialah rantai pasok pangan yang membuat petani sulit mengubah jadwal produksi karena harus memenuhi permintaan supermarket.
"Ada banyak cara untuk beradaptasi, tetapi seluruh rantai nilai pangan perlu ikut mempertimbangkan tantangan ini," katanya.
Eurostat memperkirakan sedikitnya 17 juta orang bekerja di sektor pertanian di Uni Eropa. Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar karena masih banyak pekerja informal yang belum tercatat.
Gelombang panas juga memicu perdebatan mengenai perlindungan pekerja. Di Inggris, peraturan ketenagakerjaan hanya menetapkan batas suhu minimum di tempat kerja, yakni 16 derajat Celsius untuk pekerjaan kantor dan 13 derajat Celsius bagi pekerjaan fisik berat. Hingga kini belum ada ketentuan mengenai batas suhu maksimum.
Health and Safety Executive (HSE) hanya mengeluarkan pedoman agar pemberi kerja menjaga suhu lingkungan kerja tetap "wajar", menjadwalkan pekerjaan pada waktu yang lebih sejuk, menyediakan waktu istirahat lebih sering, serta memastikan pekerja memperoleh akses air minum dingin.
Baca juga: Dampak Gelombang Panas Eropa, Pabrik AC di China Beroperasi 24 Jam
Direktur Profesi Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD), David D'Souza, mengatakan tidak semua organisasi memiliki fleksibilitas untuk menerapkan pengaturan kerja tersebut.
"Banyak pekerjaan tetap harus dilakukan di lokasi atau mengharuskan pekerja mengenakan alat pelindung khusus. Dalam situasi seperti ini, fleksibilitas akan menguntungkan kedua belah pihak," ujarnya.
Sejumlah negara mulai mengambil langkah adaptasi. Di Italia, misalnya, Pemerintah Wilayah Lazio melarang pekerja konstruksi dan kurir makanan bekerja di luar ruangan pada pukul 12.30 hingga 16.00 saat status siaga merah diberlakukan.
Di Inggris, sejumlah pemerintah daerah juga memajukan jadwal pengangkutan sampah agar pekerja terhindar dari suhu tertinggi pada siang hari.
Meski demikian, serikat pekerja di Inggris menilai pedoman yang ada belum memadai dan kembali mendesak pemerintah menetapkan batas suhu maksimum di tempat kerja. Namun, usulan tersebut masih mendapat penolakan dari pemerintah maupun kalangan pelaku usaha.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya