Sebelum kawasan perkebunan berkembang, masyarakat banyak menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil hutan. Kini, warga juga dilibatkan dalam menjaga kawasan konservasi yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.
"Kami dari masyarakat juga ikut menjaga. Kalau ada orang yang mau membuka lahan di kawasan yang tidak boleh, kami sampaikan bahwa itu tidak boleh," kata Datuk Rusli.
Menurut Datuk Rusli, PT KSI juga merekrut warga sekitar untuk membantu menjaga kawasan konservasi. Delapan warga yang dipilih melalui pemangku adat disebut bekerja sebagai tenaga penjaga dan pemantau hutan.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan kawasan hutan tidak hanya penting bagi satwa. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan sumber air dan berbagai sumber daya alam yang sejak lama menopang kehidupan warga. Karena itu, Datuk Rusli berharap hubungan antara masyarakat dan perusahaan dapat terus berjalan.
"Harapan kami kerja sama ini terus berjalan. Konservasi juga tetap dijaga karena ini untuk kepentingan kita bersama," ujarnya.
Upaya menjaga kawasan HCV PT KSI dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari patroli dan pemantauan satwa hingga penggunaan camera trap. Dalam pelaksanaannya, masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk membantu menjaga kawasan dan lingkungan di sekitarnya.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan sekaligus memastikan habitat satwa tetap terpelihara. Bagi warga, keberadaan hutan tidak hanya berkaitan dengan satwa liar, tetapi juga dengan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya