BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari

Kompas.com, 10 April 2026, 10:21 WIB
Aningtias Jatmika,
Aditya Mulyawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Capaian tersebut merupakan kali keenam secara berturut-turut sejak 2020 Sido Muncul meraih Proper Emas.

Pada kesempatan itu, Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat juga menerima penghargaan Green Leadership Utama untuk keempat kalinya.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Dr Hanif Faisol Nurofiq, SHut, MP memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan penerima Proper, termasuk Sido Muncul, atas komitmen dan inovasi yang telah dilakukan.

Ia menuturkan bahwa predikat Biru, Hijau, hingga Emas bukan sekadar simbol, melainkan representasi nyata dari kontribusi dunia usaha terhadap ketahanan lingkungan nasional.

“Berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan telah berdampak langsung terhadap ketahanan lingkungan. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari upaya menjaga kedaulatan lingkungan kita,” ujar Hanif.

Baca juga: Cerita Irwan Hidayat Merawat Sido Muncul Sebelum Tongkat Estafet Berpindah

Ia juga menekankan bahwa upaya efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, dan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan perusahaan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem keberlanjutan.

“Capaian tersebut sejatinya tidak berhenti pada penghargaan semata, tetapi terus mendorong peningkatan kinerja lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global,” ucap Hanif.

Irwan mengatakan, bagi Sido Muncul, lingkungan bukan sekadar aspek tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari operasional sehari-hari.

Baca juga: Sido Muncul Latih Karyawan dan Mahasiswa Nabung Saham untuk Perkuat Literasi Keuangan

“Tujuan utama kami menjaga lingkungan bukan semata untuk meraih penghargaan, melainkan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kami percaya, jika kami baik terhadap lingkungan, kami akan lebih baik lagi terhadap konsumen,” tegas Irwan saat ditemui seusai acara.

Operasional harian sebagai kunci keberhasilan

Irwan menegaskan, keberhasilan Sido Muncul meraih Proper Emas tidak lahir dari program sesaat, tetapi dari praktik yang dilakukan secara konsisten setiap hari di lingkungan pabrik.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari operasional kami sehari-hari. Ini bukan proyek khusus, tetapi budaya kerja yang kami bangun bersama,” ujarnya.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, keberhasilan Sido Muncul meraih Proper Emas tidak lahir dari program sesaat, tetapi dari praktik yang dilakukan secara konsisten setiap hari di lingkungan pabrik.KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, keberhasilan Sido Muncul meraih Proper Emas tidak lahir dari program sesaat, tetapi dari praktik yang dilakukan secara konsisten setiap hari di lingkungan pabrik.

Ia juga menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi tim yang solid dan kreatif.

“Saya hanya menerima hasilnya. Semua ini adalah kerja keras tim di pabrik yang terus berinovasi dan menjaga komitmen,” kata Irwan.

Baca juga: Sido Muncul Santuni 1.000 Duafa di Kabupaten Semarang

Di tingkat operasional, papar dia, Sido Muncul konsisten menjalankan berbagai inisiatif, seperti efisiensi energi, penggunaan listrik dari sumber terbarukan, serta komitmen untuk tidak menggunakan listrik bersubsidi.

Selain itu, perusahaan juga telah mencapai konsep zero waste dengan memanfaatkan limbah produksi secara optimal.

Manajer Lingkungan Sido Muncul Amri Cahyono menambahkan, pencapaian Proper Emas merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai dari kepatuhan dasar hingga inovasi berkelanjutan.

“Proper Emas menuntut lebih dari sekadar kepatuhan. Ini tentang inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab sosial yang terus berkembang,” jelasnya.

Baca juga: Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 200 Mata di Bandung

Sejak awal, perusahaan terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hingga akhirnya konsisten meraih Proper Emas mulai 2020.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menerima penghargaan Green Leadership Utama untuk keempat kalinya dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menerima penghargaan Green Leadership Utama untuk keempat kalinya dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Amri menjabarkan, berbagai inisiatif dilakukan Sido Muncul secara terintegrasi, mulai dari penggunaan energi terbarukan—yang kini telah mencapai lebih dari 90 persen dari total kebutuhan energi—hingga efisiensi penggunaan air dan energi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Adapun dalam pengelolaan limbah, perusahaan juga secara aktif mengurangi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta mengembangkan sistem pengelolaan limbah non-B3 yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, Sido Muncul juga menjalankan program pelestarian keanekaragaman hayati melalui agrowisata, termasuk pemeliharaan satwa, seperti merak dan elang.

Inovasi sosial berbasis lingkungan

Salah satu inovasi yang menjadi pendorong utama raihan Proper Emas adalah program Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi (SMARTANI).

Baca juga: Program Smartani Antar Sido Muncul Jadi Peringkat Pertama Indonesias SDGs Action Awards 2025

Irwan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk eco-inovasi berbasis Life Cycle Assessment (LCA) yang mengintegrasikan efisiensi energi, pengendalian emisi, serta pengelolaan limbah dalam seluruh siklus produksi.

SMARTANI tidak hanya berfokus pada lingkungan internal perusahaan, tetapi juga menyasar pemberdayaan masyarakat, khususnya di Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Melalui program itu, masyarakat didampingi untuk membangun kemandirian pangan berbasis desa. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengembangan bank ternak bergulir, pembangunan pusat pembelajaran pertanian dan peternakan, serta optimalisasi lahan terbatas dengan praktik budidaya berkelanjutan.

Baca juga: Sido Muncul Raih Penghargaan “Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional” dari BPOM

Selain itu, limbah organik juga dimanfaatkan sebagai input produksi pertanian, menciptakan sistem sirkular yang mendukung keberlanjutan.

“Program tersebut hadir untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga fungsi lahan produktif dan memperkuat ketahanan pangan desa,” tambah Irwan.

Di luar itu, berbagai upaya pengelolaan lingkungan juga dijalankan secara terstruktur dan menjadi bagian dari keseharian operasional perusahaan.

Dalam aspek kemasan, misalnya, perusahaan melakukan efisiensi melalui resize kemasan, pengendalian kualitas untuk menekan produk reject, serta pengembangan kemasan ramah lingkungan.

Sementara itu, dalam pengelolaan sampah, perusahaan mengembangkan bank sampah, komposter, serta pemanfaatan sampah menjadi produk turunan. Limbah plastik multilayer bahkan diolah menjadi material papan (board) yang kemudian digunakan untuk membuat drop box bagi masyarakat.

Baca juga: 75 Tahun Eksis, Sido Muncul Konsisten Hadirkan Produk Herbal Berbasis Ilmiah

Di bidang sosial, perusahaan aktif melakukan social mapping untuk memahami kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah ring 1 dari kawasan operasional. Berbagai program pemberdayaan kemudian dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Sido Muncul juga memiliki komitmen kuat dalam respons bencana, mulai dari bantuan logistik dan kesehatan hingga upaya mitigasi yang melibatkan berbagai pihak.

“Kami berharap, masyarakat juga bisa terlibat untuk pengelolaan lingkungan,” ucap Irwan.

Kepercayaan publik sebagai tujuan utama

Bagi Sido Muncul, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni membangun kepercayaan publik.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Proper Sudharto P Hadi juga menekankan bahwa dengan membangun sistem yang konsisten dan melibatkan masyarakat, perusahaan dapat menciptakan efek positif yang berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun ekonomi.

Baca juga: Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor

Lebih jauh, ia melihat capaian Sido Muncul sebagai contoh integrasi yang matang antara keberlanjutan, tata kelola, dan operasional bisnis sehari-hari. Transformasi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban moral, tetapi juga fondasi bagi kepercayaan publik dan keberlangsungan bisnis.

“Proper bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan instrumen verifikasi atas kinerja lingkungan perusahaan,” ucap Sudharto.

Menurutnya, untuk bisa meraih predikat Hijau ataupun Emas, perusahaan harus melampaui kepatuhan administratif dan membangun sistem yang tertata serta dijalankan secara disiplin.

“Kata kuncinya adalah membangun sistem dan konsisten. Itu yang membuat perusahaan bisa mempertahankan kinerja hingga meraih Proper Emas berturut-turut,” ujar Sudharto.

Baca juga: Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 900 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Sido Muncul, lanjut dia, telah menunjukkan inovasi yang nyata sehingga secara bertahap berhasil menapaki predikat Biru, Hijau, hingga akhirnya Emas.

“Sido Muncul itu inovatif. Mereka berusaha dari level Biru, Hijau, sampai Emas. Effort-nya luar biasa, kepedulian pada masyarakat juga sangat baik, mampu membangun kemandirian, konsisten, dan menyusun sistem yang kuat,” ujarnya.

Sudharto juga menyoroti bahwa pencapaian kinerja lingkungan yang baik kini semakin penting di mata investor. Sebab, performa lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang baik dapat meningkatkan daya tarik perusahaan secara finansial.

“Ketika ESG-nya bagus, itu menarik bagi investor. Tidak ada lagi dikotomi antara lingkungan dan ekonomi. Lingkungan baik, ekonomi juga ikut baik,” tegas Sudharto.

Baca juga: Direktur Sido Muncul Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Kebijakan Pemerintah soal PLTS Atap

Irwan sendiri meyakini bahwa menjaga lingkungan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan menjalankan bisnis, bahkan merupakan kewajiban bagi setiap individu.

“Menjaga lingkungan adalah cara paling efektif untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, dan kepercayaan itulah yang pada akhirnya menentukan keberhasilan perusahaan,” ujarnya.

Lebih dari itu, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Visi kami jelas. Kami ingin bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Jika itu tercapai, maka bisnis akan mengikuti,” kata Irwan.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Karbon Biru, Benteng Ekosistem Maritim Indonesia
Pemerintah
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau